Lewat Anies, Faisal Pesan untuk Pemerintahan Jokowi: Hati-Hati

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjenguk mahasiswa Universitas Al Azhar Faisal Amir di Rumah Sakit Pelni, Jakarta Pusat, pada Senin, 30 September 2019. Sumber Istimewa

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjenguk mahasiswa Universitas Al Azhar Faisal Amir di Rumah Sakit Pelni, Jakarta Pusat, pada Senin, 30 September 2019. Sumber Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia yang menjadi korban kekerasan aparat saat demonstrasi di DPR RI pada 24 September 2019, menitipkan pesan untuk pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Pesan dititipkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang membesuknya.

    Ratu Agung, ibunda Faisal, mengatakan Anies datang ke RS Pelni Petamburan tempat anaknya dirawat pada Senin 30 September 2019. Saat itulah Faisal bertanya apakah boleh menitip pesan untuk pemerintah pusat. 

    "Boleh ga saya pesan ke pemerintah? Boleh, kata Anies. Hati-hati," kata Ratu Agung mengulang kembali penggalan percakapan antara putranya dengan orang nomor satu di Jakarta itu untuk Tempo, Selasa 1 Oktober 2019.

    Mendapat pesan tersebut, Ratu Agung melanjutkan, Anies berjanji akan menyampaikannya ke pemerintah. Anies lalu balas berpesan untuk Faisal agar jaga ketahanan fiisk, jaga ketahanan moral, dan jaga ketahanan intelektual. 

    "Dia (Anies) juga pesan untuk bantu di Balai Kota untuk urusan hukum," kata Ratu.

    Sejumlah mahasiswa Universitas Al Azhar melakukan doa bersama untuk rekannya Faisal Amir di Universitas Al Azhar, Jakarta, Kamis, 26 September 2019. Demo ini dipicu penolakan mahasiswa terdapat RUU KUHP dan RUU KPK yang dibahas dan akan disahkan di DPR. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Faisal ditemukan terkapar dengan luka di kepala di tengah kericuhan yang terjadi antara massa demonstran dengan aparat keamanan pada 24 September. Faisal adalah koordinator aksi dari kampusnya. Sebelum ditemukan terluka, dia pamit menjemput rekannya yang belum kembali ke titik kumpul mahasiswa di restoran Pulau Dua, dekat Hotel Sultan. 

    Dari hasil pemeriksaan dokter dan CT Scan, Faisal mengalami luka-luka di kulit kepala, tengkorak retak, pendarahan di otak, dan tulang bahu patah. Tim dokter memperkirakan Faisal harus dirawat inap hingga enam bulan ke depan. 

    Gubernur Anies Baswedan menjanjikan Faisal dirawat di ruangan VIP serta seluruh biaya perawatan ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta. Ibunda Faisal juga mengungkap rencana melaporkan kekerasan terhadap anaknya itu ke polisi pada Jumat mendatang. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.