Tak Ada Bentrokan, Massa BEM SI Bubarkan Diri Usai Orasi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demo mahasiswa dari UNJ dan BEM SI di depan Gedung TVRI untuk menolak RKUHP dan pelemahan KPK pada Selasa, 1 Oktober 2019. TEMPO/M JULNIS FIRMANSYAH

    Demo mahasiswa dari UNJ dan BEM SI di depan Gedung TVRI untuk menolak RKUHP dan pelemahan KPK pada Selasa, 1 Oktober 2019. TEMPO/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang tergabung dalam Aksi Nasional Tuntaskan Reformasi berakhir pada Selasa petang 1 Oktober 2019. Sekitar Pukul 17.50 WIB, mahasiswa yang berorasi di bawah Jalan Gatot Subroto, tepatnya di kolong jalan layang Ladokgi, Jakarta Pusat, mulai membubarkan diri.

    Menurut pantauan Tempo, tak lama setelahnya, belasan anggota Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya yang membentuk barikade pun mulai membubarkan diri. Sampai berita ini dibuat, lokasi demonstrasi masih diisi oleh masyarakat yang hanya sekedar duduk-duduk. Situasinya jauh berbeda dengan rangkian demonstrasi sebelumnya yang selalu diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan.

    Hari ini, demo digelar bertepatan dengan pelantikan anggota DPR RI 2019-2024. Koordinator Lapangan BEM SI Muhammad Abdul Basit mengatakan ada 25 BEM yang bergabung dalam aksi damai itu. 

    Menurut Basit, aksi membawa empat tuntutan yang mereka sebut sebagai #TuntaskanReformasi. Tuntutan pertamanya adalah merestorasi upaya pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

    Tuntutan kedua yaitu merestorasi demokrasi, hak rakyat untuk berpendapat, penghormatan perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia, dan keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.

    Tuntutan ketiga yang akan disampaikan dalam demonstrasi di DPR hari ini adalah merestorasi pelaksanaan reforma agraria dan perlindungan sumber daya alam serta tenaga kerja dari ekonomi yang eksploitatif. Terakhir, BEM SI menuntut restorasi kesatuan bangsa dengan penghapusan diskriminasi antar etnis, penghapusan kesenjangan ekonomi, dan perlindungan bagi perempuan.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.