Demo Buruh Hari Ini, KSPI: Pertemuan dengan Jokowi Tak Cukup

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa buruh dari berbagai serikat pekerja berdemo di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019. Mereka menolak revisi Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    Massa buruh dari berbagai serikat pekerja berdemo di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019. Mereka menolak revisi Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    TEMPO.CO, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bakal menggelar demo buruh di Gedung DPR hari ini. Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan para buruh mengadakan demo serentak di 10 provinsi.

    "Kaum buruh akan tetap melakukan aksi besar-besaran di 10 provinsi. Khusus di Jabodetabek aksi akan di DPR RI," kata Said dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Menurut Said, KSPI akan menyuarakan tiga tuntutan dalam aksi ini. KSPI menolak revisi Undang-undang Ketenagakerjaan dan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Tuntutan terakhir adalah mendesak pemerintah untuk merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

    Iqbal mengatakan pertemuannya dengan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi di Istana Bogor pada 30 September 2019 tak cukup. Karena itu, para buruh hari ini bergerak untuk menyampaikan aspirasinya.

    "Tidak cukup dengan lobi, serikat pekerja juga melakukan unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi," kata Said.

    Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI Kahar S. Cahyono mengatakan demo buruh hanya berlangsung di Gedung DPR pukul 09.00-14.00 WIB. "Tidak ke Istana," ujar Kahar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.