Perbaikan Fasilitas Umum Akibat Demo, Anies: Tunggu DKI Kondusif

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demo mahasiswa dari UNJ dan BEM SI di depan Gedung TVRI untuk menolak RKUHP dan pelemahan KPK pada Selasa, 1 Oktober 2019. TEMPO/M JULNIS FIRMANSYAH

    Demo mahasiswa dari UNJ dan BEM SI di depan Gedung TVRI untuk menolak RKUHP dan pelemahan KPK pada Selasa, 1 Oktober 2019. TEMPO/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan belum bisa langsung memperbaiki kerusakan sejumlah fasilitas umum di ibu kota imbas demo di DPR yang berakhir kerusuhan kemarin.

    "Perbaikan yang sifatnya permanen belum bisa dilakukan sekarang," kata Anies di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Anies mengatakan pemerintah kota masih melakukan inventarisasi kerusakan fasilitas publik saat kerusuhan. Kerusakan ringan, kata dia, bakal langsung diperbaiki seperti beton-beton pembatas jalan yang miring atau bergeser.

    Namun, sejumlah taman yang rusak belum ditanami lagi. "Nanti sesudah benar-benar tenang kami kerjakan kembali," kata Anies. "Pengerjaan sekarang atau Minggu depan jangan sampai sudah ditanam nanti diinjak-injak lagi. Tunggu dulu (Jakarta kondusif)."

    Sebelumnya Anies menuturkan pemerintah provinsi sudah mulai menghitung kerugian karena adanya rentetan unjuk rasa di sekitar gedung DPR. Semua fasilitas yang rusak akibat kerusuhan akan diinventarisasi, kemudian akan segera diperbaiki.

    Usai kerusuhan Senin malam, 30 September lalu, kata Anies, pihaknya telah mengerahkan lebih dari 200 petugas kebersihan untuk membersihkan jalanan dari sisa-sisa bentrok seperti puing-puing dan batu. "Dinas Perhubungan dan Bina Marga pun sudah memperbaiki pembatas yang bergeser dan rusak," ujarnya.

    Menurut Anies, hingga siang tadi masih ada petugas yang memperbaiki beton-beton jalan yang rusak. "Angka final kerusakan belum karena masih terus berjalan. Tapi kami harap tidak ada lagi kerusakan sehingga bisa langsung diperbaiki," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.