Kisah Maulana, 'Si Perusuh' Tewas Usai Demo Pelajar STM di DPR

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi dan massa demonstran berhadap-hadapan di kawasan Bundaran Slipi, Jakarta Barat, Rabu malam, 25 September 2019. TEMPO | IMAM HAMDI

    Polisi dan massa demonstran berhadap-hadapan di kawasan Bundaran Slipi, Jakarta Barat, Rabu malam, 25 September 2019. TEMPO | IMAM HAMDI

    Yadi lantas menuju ke rumah bibinya untuk meminta uang sebesar Rp 10 ribu. Ia kemudian ke rumah rekannya, Aldo, untuk berangkat bersama ke lokasi demo. Di sana, kata Maspupah, Yadi sempat makan terlebih dahulu dan berangkat ke jalan layang Slipi bersama Aldo dengan sepeda motor.

    Sejak saat itu Maspupah sudah tak mengetahui kondisi anaknya. Sampai akhirnya pada Kamis malam, 26 September 2019, sekitar pukul 20.00 WIB, ia didatangi delapan anggota polisi. “Saya gak ada firasat sama sekali Yadi meninggal,” katanya.

    Maspupah bersama dua anaknya, Maulana Rizky dan Marissa Febrianti, diajak polisi untuk menengok jenazah Yadi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Berangkat menggunakan dua mobil, polisi sempat berhenti di sebuah restoran untuk makan malam. Maspupah yang ditawari makan pun menolak dengan alasan sudah kenyang.

    Maspupah, 53 tahun, orang tua Maulana Suryadi, saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Jalan Jatibaru 15, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu, 2 Oktober 2019. Maulana adalah korban tewas dari bentrokan yang terjadi usai demonstrasi pelajar STM di DPR RI pada 25 September 2019. Tempo/Adam Prireza.

    Selang setengah jam kemudian, mereka meneruskan perjalanan ke RS Polri. Di sana, ia melihat Yadi telah terbujur kaku. Kepada Maspupah, polisi mengatakan kalau Yadi diduga meninggal karena sesak nafas. Maspupah membenarkan kalau Yadi memiliki riwayat penyakit asma.

    “Saya masih syok. Sempat pingsan berkali-kali. Anak saya diminta membuat surat pernyataan kalau Yadi meninggal karena asma dan saya tanda tangani," kata Maspupah sambil menambahkan, "Saya tidak ingat isinya seperti apa karena saat itu saya sangat panik dan kaget.”

    Meski begitu, Maspupah merasa ada yang janggal. Saat di rumah sakit, terlihat ada darah keluar dari telinga Yadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.