Polisi Tangkap Tersangka WA Grup Siswa STM, Guru SMK Masih Waswas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pelajar terdiri dari siswa sekolah menengah atas dan pertama yang ikut-ikutan berdemonstrasi ke DPR RI terkait RUU KUHP dan revisi UU KPK, Rabu 25 September 2019. Sebelum demonstrasi ini, beredar poster bertajuk Pergerakan STM Se-Jabodetabek di media sosial. Tempo/M. Julnis Firmansyah

    Para pelajar terdiri dari siswa sekolah menengah atas dan pertama yang ikut-ikutan berdemonstrasi ke DPR RI terkait RUU KUHP dan revisi UU KPK, Rabu 25 September 2019. Sebelum demonstrasi ini, beredar poster bertajuk Pergerakan STM Se-Jabodetabek di media sosial. Tempo/M. Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Depok – Wakil Kepala SMK Arjuna Depok Isdianti meminta kasus percakapan grup whatsapp demonstrasi di DPR yang mengatasnamakan perkumpulan siswa STM diusut tuntas.

    “Mungkin sekiranya bisa di cari kebenarannya dan pembuktiannya, kami pihak sekolah cukup menyesalkan adanya grup WA seperti ini,” kata Isdianti kepada Tempo, Kamis 3 Oktober 2019.

    Meski begitu, Isdi mengatakan, enggan menanggapi lebih jauh soal kasus yang kini tengah ditangani oleh Mabes Polri tersebut. Namun diakui olehnya, pihak sekolah masih merasa waswas terutama kepada siswanya.

    “Kami tidak bisa menanggapi terlalu jauh, tapi alhamdulillah sedikit lega (pelaku tertangkap), walaupun kami masih waswas,” kata Isdianti.

    Hingga hari ini masih ada enam siswa SMK Arjuna yang belum masuk ke sekolah setelah demonstrasi pelajar yang berujung kerusuhan beberapa waktu lalu.

    “Pas kejadian (demo) ada 79 siswa tidak masuk tanpa keterangan, hingga hari ini hanya siswa 6 siswa yang tidak masuk,” kata Isdianti. Namun dia belum dapat laporan dari orang tua terkait kondisi siswanya itu.

    Kemarin, polisi mengumumkan telah menangkap tujuh tersangka terkait beredarnya unggahan tangkapan layar percakapan grup WA yang mengatasnamakan anak STM di media sosial.

    Di grup perpesanan itu terlihat percakapan, para anggota grup mengeluh karena tidak dibayar setelah berdemonstrasi.

    Ketujuh tersangka itu merupakan kreator dan admin tujuh grup yakni, STM/K bersatu; STM-SMK SENUSANTARA; SMK STM SEJABODETABEK; JABODETABEK DEMOKRASI; STM SEJABODETABEK; SMK STM seJabodetabek; dan SMK STM sejabodetabek.

    Di media sosial, netizen mencocokkan nomor telepon yang tercantum dalam grup G30S STM ALLBASE dan ANAK STM KIM** BACOT dengan menggunakan aplikasi Truecaller. Hasil pencocokan membuat netizen curiga bahwa pemilik nomor sebenarnya bukan siswa STM, melainkan anggota kepolisian.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.