Maulana Tewas Saat Demonstrasi Pelajar, Ini Kata Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjenguk mahasiswa Universitas Al Azhar Faisal Amir di Rumah Sakit Pelni, Jakarta Pusat, pada Senin, 30 September 2019. Sumber Istimewa

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjenguk mahasiswa Universitas Al Azhar Faisal Amir di Rumah Sakit Pelni, Jakarta Pusat, pada Senin, 30 September 2019. Sumber Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengaku belum mengetahui soal kabar salah seorang warganya menjadi korban kekerasan aparat kepolisian saat demonstrasi pelajar 25 September lalu. Meskipun demikian, dia memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan bantuan jika memang kabar itu benar.

    "Nanti biar saya cari tahu dulu. Saya cek dulu, jadi saya pastikan informasinya lengkap dulu baru kemudian kita bicara tentang langkahnya, kata Anies di DPRD DKI, Kamis, 3 Oktober 2019.

    Pemuda bernama Maulana Suryadi menjadi korban demonstrasi pelajar yang berujung kerusuhan pada 25 September lalu. Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat menyatakan bahwa korban tewas karena sesak nafas.

    Maspupah, ibu Maulana, tak percaya dengan ucapan Tito tersebut. Dia menduga anaknya merupakan korban penganiayaan karena pada jenazah Maulana ditemukan banyak bekas luka benturan benda tumpul. Tak hanya itu, kuping dan hidung anaknya juga terus mengeluarkan darah, bahkan hingga saat akan dikebumikan.

    "Nggak mungkin, masak meninggal karena asma sampai mengeluarkan darah dari hidung dan kuping begitu,” katanya.

    Menurut Maspupah, Maulana mengikuti demonstrasi pelajar tersebut karena diajak rekannya yang bernama Aldo. Dia mengaku sempat melarang anaknya itu mengikuti demonstrasi namun diabaikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.