Dosen IPB, Polisi: Abdul Basith Datangkan Perakit Bom Ikan dari..

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdul Basith. ipb.ac.id

    Abdul Basith. ipb.ac.id

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan dosen IPB atau Institut Pertanian Bogor bernama Abdul Basith berperan sebagai penyedia dana untuk mendatangkan perakit bom ikan dari Papua dan Ambon.

    “Dibiayai tiketnya. Dana yang diberikan sebesar Rp 8 juta,” kata Argo di kantornya pada Kamis, 3 Oktober 2019.

    Argo menjelaskan kalau bom yang disita bukan molotov, melainkan bom ikan. Di dalam bom tersebut, kata dia, diisi oleh paku. Bom tersebut berjumlah 29 buah dan disimpan di rumah Abdul.

    Abdul ditangkap di daerah Cipondoh, Tangerang, dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam kasus ini polisi juga menangkap sembilan tersangka lainnya yang berinisial S alias L, JAF, OS, NAD, AL, SAM, YF, ALI, dan FEB.

    Polisi menetapkan mereka sebagai tersangka perancang kerusuhan yang rencananya dilakukan saat aksi demonstrasi Mujahid 212 Selamatkan NKRI pada Sabtu, 29 September lalu. Menurut Argo, saat ini polisi masih memeriksa para tersangka secara intensif.

    Penyidik hendak mendalami beberapa pertemuan yang dilakukan para tersangka. “Agenda pertemuannya apa. Satu per satu peran dari para tersangka yang sudah dilakukan penahanan ini akan kami dalami,” ujar Argo.

    Terkait kasus ini, Rektor IPB Arif Satria mengatakan pihaknya memberhentikan sementara dosen Abdul Basith yang ditetapkan polisi sebagai tersangka kepemilikan bahan peledak. "Kami sedang menunggu surat resmi penahanan dari kepolisian," katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019.

    Arif menjelaskan pemberhentian ini sesuai dengan aturan yang berlaku. Menurut dia, pegawai negeri sipil yang ditetapkan menjadi tersangka akan diberhentikan sementara hingga ada putusan inkracht.

    "Jadi sekarang kami menunggu surat resmi dari kepolisian sebagai dasar untuk nonaktifkan sementara karena itu aturan dalam manajemen kepegawaian. Itu peraturan pemerintah," ujar Arif.

    Arif berujar pihak kampus juga memberi pendampingan kepada keluarga dosen IPB Abdul Basith. Manajemen kampus berusaha menguatkan hati para keluarga terkait kasus yang menjerat Basith. "Ini, kan, sebuah pukulan yang sangat besar buat sabahat, keluarga, dan institusi," tutur dia.

    ADAM PRIREZA | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.