Menjelang Musim Hujan, Jakut Perbarui Data Wilayah Rawan Genangan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak bermain di genangan air banjir rob di kawasan akses pintu masuk menuju pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, 2 Januari 2017. Pemprov DKI Jakarta berencana akan membuat tanggul penahan air rob dikawasan kampung baru yang berdampak pada pembongkaran permukiman dikawasan tersebut. Sebanyak 447 bangunan yang terdiri dari 200KK akan direlokasi ke sejumlah rusun seperti Rusun Muara Baru Pluit Jakarta Utara. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Sejumlah anak bermain di genangan air banjir rob di kawasan akses pintu masuk menuju pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, 2 Januari 2017. Pemprov DKI Jakarta berencana akan membuat tanggul penahan air rob dikawasan kampung baru yang berdampak pada pembongkaran permukiman dikawasan tersebut. Sebanyak 447 bangunan yang terdiri dari 200KK akan direlokasi ke sejumlah rusun seperti Rusun Muara Baru Pluit Jakarta Utara. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Utara tengah melakukan pendataan ulang terhadap wilayah yang rawan genangan sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi musim penghujan mendatang.

    "Kita minta camat, lurah dan UKPD (Unit Kerja Perangkat Daerah) untuk memperbarui data wilayah rawan genangan dengan melakukan pendataan ulang," kata Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis, 3 Oktober 2019.

    Menurut Ali, musim hujan diperkirakan akan tiba pada November mendatang. Karena itu, ia mengatakan penting bagi jajaran UKPD untuk mempersiapkan diri guna mengantisipasi potensi banjir.

    Ali mengatakan data rawan genangan yang ada saat ini perlu diperbarui agar data yang terbaru bisa dituangkan dalam peta mitigasi bencana di wilayah Jakarta Utara. "Semua informasi terkait rawan genangan di wilayah segera dituangkan dalam satu peta mitigasi bencana," kata dia.

    Menurut Ali, setelah menginventarisir data rawan genangan, selanjutnya akan dilakukan perbaikan dalam mengantisipasi genangan tersebut, antara lain memperbaiki pompa air yang rusak, menguras saluran air hingga mencari lokasi penampungan sementara untuk korban bencana yang layak dihuni. "Kami juga ingatkan agar seluruh petugas sigap dalam penanganan genangan demi kelancaran aktivitas masyarakat," ujarnya.

    Ali mencontohkan, ketika gerimis mulai turun, petugas hendaknya langsung bergegas menggunakan jas hujan untuk membersihkan tali-tali air yang tersumbat.

    Kepada masyarakat, Ali juga mengimbau untuk turut berkolaborasi dalam mengantisipasi genangan di wilayahnya masing-masing dengan cara membersihkan lingkungan dari sampah yang menyumbat saluran air. "Upaya lain, kita akan menggelar gerebek sampah bersama masyarakat sebagai contoh dalam upaya mengantisipasi terjadinya genangan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.