Demonstrasi di DPR, Tim Advokasi Sebut Polisi Persulit Keluarga

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa demonstrasi di DPR sempat bergeser ke depan gedung BPK yang berada di seberang kompleks parlemen, Senin, 30 Desember 2019. TEMPO/Lani Diana

    Massa demonstrasi di DPR sempat bergeser ke depan gedung BPK yang berada di seberang kompleks parlemen, Senin, 30 Desember 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta -Tim Advokasi Demokrasi dari koalisi masyarakat sipil menyatakan pihak kepolisian mempersulit tim advokasi dan pihak keluarga untuk bertemu dengan orang-orang yang ditangkap saat kerusuhan pasca demonstrasi di DPR.

    "Kami dipersulit termasuk keluarga-keluarga yang ingin menemui anggota keluarganya yang ditahan," ujar anggota tim Advokasi Demokrasi, Arif Maulana, di Kantor Kontras, Jakarta Pusat, Jumat 4 Oktober 2019.

    Arif mengatakan, saat pihak keluarga ingin menemui anggota keluarganya kerap dioper oleh polisi dari unit satu ke unit lain. Padahal, kata dia, ada keluarga yang sudah datang dengan surat panggilan, tapi tetap dipersulit.

    Selain itu, kata Arif, selaku tim advokasi yang akan memberikan bantuan hukum juga kesulitan untuk mendapatkan dan mengakses informasi terkait data-data orang yang ditangkap saat kerusuhan.

    Padahal kata Arif dalam KUHP pasal 60,61 tersangka sekali pun berhak dijenguk oleh keluarga, dan di pasal 54 tersangka sekali pun berhak mendapatkan bantuan hukum.

    "Tapi saat ini kami dan beberapa keluarga tidak bisa bertemu dengan orang-orang yang ditangkap polisi," ujarnya soal permintaan bertemu keluarga yang ditangkap pasca rusuh demonstrasi di DPR pekan lalu.
    .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.