HUT TNI Ke-74, Wakapolda Metro Bersyukur Kerusuhan Teratasi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Wahyu Hadiningrat saat memotong tumpeng di perayaan HUT ke-74 TNI di kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, Sabtu, 5 Oktober 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Wahyu Hadiningrat saat memotong tumpeng di perayaan HUT ke-74 TNI di kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, Sabtu, 5 Oktober 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Wahyu Hadiningrat bersyukur kerusuhan di DKI Jakarta dalam beberapa pekan lalu dapat teratasi. Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan di perayaan hari ulang tahun atau HUT TNI ke-74 di Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, Sabtu pagi, 5 Oktober 2019.

    "Alhamdulillah segala ancaman dan gangguan tersebut dapat diatasi sehingga situasi dan kondisi kamtibmas di masyarakat tetap kondusif," ujar Wahyu.

    Wahyu menyampaikan kerusuhan di ibu kota dapat teratasi tak lepas dari peran prajurit TNI. Menurut dia, jika kerusuhan di Jakarta tak dapat dikelola dengan baik dapat berujung pada disintegrasi bangsa.

    "Ke depan soliditas dan sinergitas Polri dan TNI akan terus meningkat menghadapi tantangan tugas kompleks di masa mendatang," kata Wahyu.

    Dalam dua pekan ke belakang, situasi kota Jakarta sempat mencekam di beberapa tempat. Hal itu diakibatkan demonstrasi yang berujung kerusuhan dan anarkis.

    Para demonstran itu memprotes pelemahan KPK dan serta pembahasan RUU KUHP dan sejumlah RUU kontroversial lain di DPR RI. Demonstrasi tersebut diikuti oleh ribuan orang yang terdiri dari mahasiswa, siswa, dan masyarakat.

    Dalam unjuk rasa tersebut, ratusan demonstran mengalami luka hingga meninggal. Kerusuhan serupa tak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di beberapa kota lainnya di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.