Pasca Demonstrasi, 13 Ribu Polisi - TNI Masih Siaga di Gedung DPR

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi dangdut Irma Darmawangsa menghibur sejumalh anggota TNI dan Polri usai melakukan upacara HUT TNI ke-74 di Lapangan DPR MPR RI, Jakarta, Sabtu, 5 Oktober 2019. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    Penyanyi dangdut Irma Darmawangsa menghibur sejumalh anggota TNI dan Polri usai melakukan upacara HUT TNI ke-74 di Lapangan DPR MPR RI, Jakarta, Sabtu, 5 Oktober 2019. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    TEMPO.CO, Jakarta -Meskipun demonstrasi besar di Jakarta telah berakhir, namun sebanyak 13 ribu pasukan polisi dan TNI masih bersiaga di Gedung DPR RI. Mereka mendirikan tenda dan tinggal di kompleks gedung dewan.

    "Di pos DPR ini jumlah TNI - Polri yang sedang melaksanakan pengamanan berjumlah 13.000 personel," kata Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Wahyu Hadiningrat di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Sabtu, 5 Oktober 2019.

    Melihat jumlah personel polisi dan TNI yang masih banyak, Wahyu mengatakan pihaknya bersama Dandim 0501/JP BS Kolonel (Infanteri) Wahyu Yudhayana memutuskan untuk menggelar perayaan HUT ke-74 TNI. Acara tersebut berupa pemotongan nasi tumpeng, konser dangdut, hingga sawer uang.

    Dari pantauan Tempo di kawasan DPR RI, tenda-tenda milik TNI - Polri masih berdiri di lapangan dekat dengan gedung dewan. Tak hanya itu, kendaraan berat seperti barakuda juga terlihat masih berjaga.

    Ribuan aparat dan kendraan berat itu disiagakan untuk menjaga Gedung DPR RI dari demonstrasi yang berlangsung pada pekan lalu. Ribuan massa menggelar aksi untuk menolak pelemahan KPK dan pengesahan RUU KUHP.

    Gelombang demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa, pelajar, dan masyarakat kerap berakhir dengan kerusuhan. Massa dan aparat saling serang dalam beberapa aksi demonstrasi tersebut. Imbasnya, ratusan demonstran mengalami luka hingga meninggal. Kerusuhan serupa tak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di kota-kota besar lain di Indonesia seperti Makassar, Medan..


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.