Nekat Terobos Jalur Sepeda Bisa Ditilang Hingga Rp 500 Ribu

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalur sepeda di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin, 23 September 2019. Tempo/Marvela

    Jalur sepeda di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin, 23 September 2019. Tempo/Marvela

    TEMPO.CO, Jakarta - Uji coba jalur sepeda fase 1 Rawamangun - Merdeka Selatan akan selesai pada 19 November 2019. Usai uji coba tersebut, masyarakat yang nekat menerobos masuk ke jalur sepeda akan dikenakan denda hingga Rp 500 ribu.

    "Pelanggaran maksimal dari denda jalur sepeda itu Rp 500 ribu atau 2 bulan kurungan penjara," kata Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Muhammad Nasir, di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Sabtu, 5 Oktober 2019.

    Nasir menjelaskan besaran denda tersebut sama seperti pelanggaran kendaraan pribadi yang menerobos jalur Transjakarta. Namun, sampai saat ini denda itu belum bisa pihaknya berlakukan karena masih dalam uji coba dan marka sepeda belum selesai dibangun.

    "Sekarang pelanggaran itu masih ada. Namanya pelanggar kan mencari celah. Tapi nanti yang melanggar ada sanksi," kata Nasir.

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo sebelumnya menjelaskan jalur sepeda di beberapa ruas Jakarta akan dibuat permanen setelah 19 November 2019 atau setelah masa sosialisasi selesai. Pembuatan jalur sepeda permanen itu akan ditandai dengan berdirinya marka pembatas jalur sepeda dengan pemotor.

    "Kalau sekarang kami masih sosialisasi kepada warga tentang UU 22 Tahun 2009 dan Perda Nomor 5 tahun 2014, bahwa untuk pengemudi kendaraan bermotor wajib memberikan prioritas kepada pejalan kaki dan pesepeda," kata Syafrin kepada Tempo, Ahad, 29 September 2019.

    Selama masa uji coba ini, Syafrin tak menampik banyaknya pengemudi kendaraan bermotor yang menerobos jalur sepeda. Untuk saat ini, pihak tak akan memberlakukan sanksi apapun kepada mereka. Ia hanya memerintahkan adanya petugas Dishub yang patroli menggunakan sepeda setiap 3 jam untuk memberikan pengertian kepada masyarakat.

    Saat ini, Dinas Bina Marga DKI Jakarta berencana menambah panjang jalur sepeda di lima wilayah DKI Jakarta. Penambahan tersebut menyusul rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan membuat intruksi gubernur (Inggub) soal bersepeda ke kantor. "Rencana penambahan 65 kilometer di 5 wilayah sampai Desember 2019. Mudah-mudahan tahun ini sudah punya jalur sepeda permanennya di 5 wilayah," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugraha.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.