Kikis Pencemaran Laut, Jaya Ancol Tebar 1 Ton Kulit Kerang Hijau

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan warga mengikuti acara Restorasi Kerang Hijau di pantai Ancol, Jakarta Utara, pada Ahad, 6 Oktober 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Puluhan warga mengikuti acara Restorasi Kerang Hijau di pantai Ancol, Jakarta Utara, pada Ahad, 6 Oktober 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Sebanyak 105 orang mengikuti Restorasi Kerang Hijau di Pantai Ancol, Jakarta Utara, pada Ahad, 6 Oktober 2019. Kedatangan mereka untuk membantu pihak pengelola menyebar 1 ton kulit kerang hijau di laut Teluk Jakarta.

    Penyebaran kulit kerang hijau itu ditujukan untuk membantu menjernihkan air di pantai Ancol yang kondisinya makin tercemar limbah.

    "Dengan 1 kilogram kerang hijau dapat menjernihkan 10 liter air dalam 1 jam, hari ini kami menyebar 1 ton kerang hijau," kata Manager Konservasi Taman Impian Jaya Ancol Yus Anggoro Saputra di lokasi pagi ini.

    Yus menerangkan kerang hijau memiliki kemampuan menyerap limbah polutan dan logam berat yang ada di air. Dengan kemampuan itu, kerang hijau juga membuat kondisi air yang keruh menjadi jernih kembali. 

    Adapun kulit kerang hijau yang pihaknya sebar ke dalam laut, berfungsi sebagai tempat atau rumah bagi bibit kerang hijau menempel. Dalam waktu 2 - 3 bulan ke depan, Yus mengatakan kerang sudah akan mampu menyerap polutan di dalam laut.

    "Bulan Maret kami sudah sebar 600 kilogram, hasilnya kondisi air semakin baik dan muncul beberapa biota di laut Ancol," kata Yus.

    Soal jumlah polutan di laut Jakarta termasuk kawasan Pantai Ancol, menurut hasil penelitian pakar kelautan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) beberapa tahun lalu menunjukkan, air laut di Teluk Jakarta mengandung silikat sebesar 52.156 ton, fosfat 6.741 ton, dan nitrogen 21.260 ton. Dengan adanya kerang hijau, polutan logam berat seperti merkuri (Hg), cadmium (Cd), timbal (Pb), krom (Cr), dan timah (Sn) dapat terserap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.