Dihadang Masalah, Proyek Jakarta International Stadium Lanjut

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak bermain di tiang pancang proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) atau Stadion BMW di kawasan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 3 September 2019. ANTARA/Aprillio Akbar

    Sejumlah anak bermain di tiang pancang proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) atau Stadion BMW di kawasan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 3 September 2019. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) atau yang sering juga disebut Stadion BMW terus berlanjut. Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta, Yayan Yuhanah, menyatakan sejumlah masalah yang menghadang tak akan menghalangi langkah mereka untuk terus mengejar target.

    "Meskipun mereka (PT Buana Permata Hijau) kasasi, protek tetap jalan," ujar Yayan, Ahad 6 Oktober 2019.

    Pekan lalu Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta memenangkan banding yang diajukan Pemprov DKI dalam sengketa lahan melawan PT Buana Permata Hijau. Dengan putusan tersebut, PTTUN membatalkan putusan tingkat pertama yang mengabulkan permohonan Buana Permata Hijau agar pemerintah mencabut Sertifikat Hak Pakai Pemprov DKI atas sebagian lahan di lokasi pembangunan stadion itu.

    Advokat Integrity Law Firm, Denny Indrayana yang ditunjuk sebagai kuasa hukum Pemprov DKI menjelaskan, majelis hakim PTTUN memenangkan DKI atas pertimbangan bahwa PT Buana Permata Hijau dinilai tidak memiliki kepentingan hukum dalam mengajukan gugatan pembatalan Sertifikan Hak Pakai lahan stadion BMW. Dengan begitu maka gugatan yang diajukan oleh PT Buana Permata Hijau patut untuk ditolak.

    "Dengan begitu maka gugatan yang diajukan oleh PT Buana Permata Hijau patut untuk ditolak," ujar Denny dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 4 Oktober 2019.

    Selain mendapatkan gugatan dari Buana Permata Hijau, pembangunan JIS juga terkendala masalah tender proyek. Konsorsium yang dipimpin oleh PT Adhi Karya menggugat PT Jakarta Propertindo atas penunjukkan konsorsium PT Wijaya Karya Gedung sebagai pemenang tender.

    Adhi Karya cs mengadukan masalah ini ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) soal tender ini. Adhi Karya merasa layak menang karena mengajukan penawaran harga lebih rendah, yakni sebesar Rp 3,7 triliun ketimbang Wijaya Karya Gedung yang mengajukan penawaran sebesar Rp 4,08 triliun.

    Pembangunan Jakarta International Stadium sendiri sudah dilakukan sejak Maret lalu. Stadion yang digadang-gadang bakal jadi kandang Persija Jakarta itu ditargetkan selesai pada 2021.

    Stadion bertaraf internasional ini nantinya bakal berkapasitas 82 ribu tempat duduk. Selain bakal menjadi rumah bagi klub Persija Jakarta, stadion ini juga digadang-pasangkan bakal bisa digunakan untuk kegiatan lain seperti konser musik.

    Berdasarkan pantauan Tempo, pemasangan pagar dan gerbang di lokasi pembangunan Stadion BMW sudah selesai dilakukan. Sejumlah tiang pancang juga sudah tapak berdiri di sana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.