Jasa Marga Gelar Perawatan Tol Jagorawi: Contra Flow Diberlakukan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jasa Marga Evaluasi Uji Coba Relokasi Titik Awal Contraflow Jalan Tol Dalam Kota Guna Maksimalkan Pengaturan Lalulintas Kendaraan dari Jalan Tol Jagorawi.

    Jasa Marga Evaluasi Uji Coba Relokasi Titik Awal Contraflow Jalan Tol Dalam Kota Guna Maksimalkan Pengaturan Lalulintas Kendaraan dari Jalan Tol Jagorawi.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga kembali melanjutkan pekerjaan pemeliharan jalan dengan rekonstruksi atau pengerasan di ruas Jalan Tol Jagorawi, mulai hari ini, Senin 7 Oktober 2019.

    Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Irra Susiyanti menyebut pengerjaan di Tol Jagorawi itu dilakukan di Kilometer (Km) 08+310 sampai Km 08+4-0 dan Km 08+510 sampai dengan Km 08+610 di jalur A lajur satu.

    Pengerjaan rekonstruksi, kata dia, dimulai pada hari Senin sampai Kamis, 7-10 Oktober 2019. “Bahu jalan dapat digunakan sebagai jalur lalu lintas selama pengerjaan berlangsung dan akan ditutup untuk akses alat berat pada pukul 22.00-06.00,” kata Irra dalam keterangan tertulisnya hari ini.

    Menurut Irra, Jasa Marga regional JabodetabekJabar bersama Kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow secara situasional. Titik awal rekayasa tersebut berada di Km 05+600 sampai Km 13+000 Jalan Tol Jagorawi.

    Rekayasa dimulai pukul 15.00 sampai dengan 21.00 WIB. “Untuk mitigasi terjadinya resiko, sepanjang jalan perbaikan kami telah memasang rambu di lajur utama dan melakukan sosialisasi melalui spanduk, VMS, dan leaflet,” tutur Irra.

    Sampai pekan lalu, total pengerjaan rekonstruksi Tol Jagorawi telah mencapai 500 meter. Pekerjaan pemeliharaan periodik, yaitu Scrapping, Filling, dan Overlay (SFO) pada pekan ini akan dikerjakan pada Km 08+310 sampai Km 08+410 dan Km 08+510 sampai 08+610 di jalur A lajur satu.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.