Kebakaran Hutan di Bogor Timur, Pemadaman Pakai Alat Seadanya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebakaran hutan dan lahan milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan ( KPH) Bogor di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Kebakaran masih terjadi sejak akhir Jumat 4 Oktober hingga Senin 7 Oktober 2019. Dok BPBD Kabupaten Bogor

    Kebakaran hutan dan lahan milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan ( KPH) Bogor di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Kebakaran masih terjadi sejak akhir Jumat 4 Oktober hingga Senin 7 Oktober 2019. Dok BPBD Kabupaten Bogor

    TEMPO.CO, Bogor -Kemarau panjang yang melanda wilayah Bogor memicu krisis air bersih,
    bahkan cuaca dan suhu panas dampak El Nino ini juga menimbulkan kebakaran hutan seluas 30 hektare di kawasan Jonggol.

    Kawasan hutan milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan ( KPH) Bogor yang berlokasi di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor itu ludes terbakar.

    Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Muhamad Adam Hamdani, mengatakan kebakaran hutan yang melanda 30 hektare itu sudah terjadi sejak Sabtu pekan lalu.

    "Titik api pertamakli diketahui tiga hari lalu dan api mulai membesar dan menghanguskan hutan sejak Ahad sampai hari ini," kata Adam kepada Tempo, Senin 7 Oktober 2019.

    "Api semakin siang semakin membesar bahkan hingga hari ini, Senin 7 Oktober 2019, ada beberapa titik hutan yang masih terbakar,” kata dia soal kebakaran hutan tersebut.

    Hutan yang terbakar itu sebagian besar merupakan pohon kayu mahoni, kayu sengon, bambu, dan alang-alang.

    Kebakaran hutan itu dikhawatirkan kembali membesar dan menjalar hingga perumahan warga yang jaraknya hanya 100 meter. "Dikawatirkan api dapat menjalar ke perkampungan warga karena tiupan angin yang cukup kencang," kata Adam lagi.

    Untuk memadamkakan api, sebanyak 107 personil yang terdiri dari petugas BPBD, Damkar, menggunakn dua unit mobil damkar, sedangkan warga bersama 84 personil dari perhutani memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

    "Titik api banyak yang tidak terjangkau dengan selang air dari mobil Damkar karena lokasi kebakaran betada di ketinggian 100 hingga 200 meter dari lokasi kendaraan," kata dia.

    Sehingga sebagian besar regu pemadam bersama warga memadamkan api kebakaran hutan hanya menggunakan peralatan seadanya termasuk pelepah pisang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.