Pemilihan Wali Kota Tangsel, Muncul Nama Istri Sandiaga Uno

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno dan istrinya Nur Asia Uno mengunjungi Pasar Murah OK OCE Peduli di Menteng Dalam, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Dalam bazar tersebut dijual dua paket sembako seharga Rp 80 ribu dan Rp 50 ribu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno dan istrinya Nur Asia Uno mengunjungi Pasar Murah OK OCE Peduli di Menteng Dalam, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Dalam bazar tersebut dijual dua paket sembako seharga Rp 80 ribu dan Rp 50 ribu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Partai Gerindra kota Tangerang Selatan menyampaikan nama istri Sandiaga Uno yaitu Nur Asia Uno, untuk dipertimbangkan DPP pada Pemilihan Wali Kota Tangsel. Nama Nur Asia muncul dalam konsolidasi internal soal Pilkada kota Tangerang Selatan tahun 2020.

    "Semua hasil konsolidasi kita secara internal sudah kita laporkan ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Banten dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), karena DPP yang mengambil keputusan tertinggi," kata Sekretaris DPC Partai Gerindra kota Tangerang Selatan Yudi Budi Wibowo, Selasa 8 Oktober 2019.

    Setelah menyerahkan hasil konsolidasi, partai Gerindra akan segera membuat pendaftaran terbuka pilkada Tangsel. Saat ini DPC Gerindra Tangerang Selatan masih merumuskan konsepnya karena pendaftaran bersamaan dengan kabupaten yang lain di Banten.

    "Karena nanti pendaftarannya kemungkinan besar dilakukan di kantor DPD Gerindra Banten, bareng dengan kota lain yang melakukan Pilkada juga seperti Pandeglang, Cilegon, dan kabupaten Serang," ujarnya.

    Menurut Yudi, munculnya nama Nur Asia Uno bukan usulan dari DPP. Nama istri Sandiaga Uno itu muncul ketika teman-teman relawan melakukan konsolidasi internal. "Saya sudah bilang pada waktu itu bukan hanya bu Nur Asia saja namanya yang muncul, ada banyak nama. Salah satunya bu Nur Asia. Nama-nama yg sudah muncul itu sudah kita sampaikan ke DPP," ujarnya.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.