Ikuti Wacana Anies, Tiga Trotoar Jalan Ini Disiapkan Tampung PKL

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang Kaki Lima alias PKL terlihat berjualan di atas trotoar Jalan Jendral Sudirman, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019. Banyaknya PKL di jalan protokol ini membuat kawasan tersebut terlihat kumuh. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pedagang Kaki Lima alias PKL terlihat berjualan di atas trotoar Jalan Jendral Sudirman, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019. Banyaknya PKL di jalan protokol ini membuat kawasan tersebut terlihat kumuh. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak tiga trotoar di Jakarta Pusat diproyeksi untuk menampung pedagang kaki lima mengikuti wacana dari Gubernur Anies Baswedan. Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengungkapkannya dengan menyebut istilah trotoar multifungsi. 

    di wilayahnya. Sebagian lahan trotoar tersebut nantinya bakal memberi ruang untuk pedagang kaki lima.

    Ketiga trotoar multifungsi itu disebutkannya telah dipilihkan yang di kawasan Jalan Kramat, Cikini dan Wahid Hasyim. Ketiganya bakal memberi ruang untuk pedagang kaki lima. "Ini memang baru wacana Gubernur (DKI Jakarta Anies Baswedan)," kata Irwandi saat dihubungi, Selasa 8 Oktober 2019.

    Trotoar di kawasan Kramat, kata dia, nantinya bakal ditata kembali. Trotoar yang mempunyai lebar delapan meter itu rencananya akan dipersempit karena sebagian lahannya akan digunakan untuk lapak pedagang.

    "Jadi untuk pejalan kaki ada 4,6 meter dan buat jualan 2,5 meter. Itu semua kebijakan Gubernur," kata Irwandi.

    Pemerintah Kota Jakarta Pusat, dia melanjutkan, sedang memetakan untuk penempatan para pedagang. Pemerintah pun bakal membuat standar operasional prosedur dalam mengelola pedagang di atas trotoar. "Tapi dari Dinas UMKM belum menyerahkan (data pedagangnya)," ujarnya. 

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bakal membuat trotoar di ibu kota multifungsi. Trotoar DKI, kata Anies, nantinya tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk orang berjalan kaki sana, tetapi juga untuk berbagai aktivitas.

    Warga berbagi jalan dengan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar jembatan penyebrangan multiguna (skybridge) Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    "Kami ingin di dalam pembangunan apapun itu ada kesetaraan, space-nya itu bisa dimanfaatkan untuk macam-macam," kata Anies di Balai Kota DKI, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Menurut dia, beberapa lokasi di dunia membuat trotoar tidak hanya untuk pejalan kaki. Trotoar yang dibangun, bahkan dimanfaatkan beberapa aktivitas seperti konser musik dan tempat berjualan.

    Atas dasar itu Anies ingin menata trotoar yang multifungsi sesuai karakteristiknya. Sebabnya, kawasan jalan di DKI mempunya lebar bervariasi mulai dari 30 meter, 20 meter, 8 meter dan 6 meter. "Beda-beda. Jadi tidak bisa parsial membangun kota ini."

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.