Dua Wartawan Radio di Bekasi Jadi Korban Begal

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penjambretan. Dailymail.co.uk

    Ilustrasi penjambretan. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Bekasi - Dua orang wartawan di Bekasi menjadi korban begal dalam waktu hampir bersamaan pada akhir pekan lalu. Keduanya adalah Eko Purnomo, wartawan Radio Elshinta dan Ardi Mahardika wartawan radio Dakta.

    Eko Purnomo ditodong pada Jumat dinihari, 5 Oktober lalu di Jalan Sultan Agung selepas flyover Kranji. Pelaku yang berjumlah lebih dari dua orang membuntuti lalu mengancamnya dengan celurit. Pelaku merampas tas berisi telepon genggam, dan surat-surat berharga.

    Eko melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor laporan 294/K/X/SPK1/2019/Restro Bekasi Kota.

    Sebelumnya, Ardi Mahardika dijambret oleh pengendara sepeda motor di Jalan Perjuangan, Bekasi Utara usai melaporkan kondisi lalu lintas pada Jumat sore. Pelaku berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor jenis matic. "Saya lagi naik sepeda, tiba-tiba dari belakang ada dua orang merebut ponsel saya," ujar Ardi.

    Ardi sempat berteriak meminta bantuan. Namun, pelaku kabur dengan kecepatan tinggi. Ardi tak bisa mengejar karena hanya membawa sepeda kayuh. Usai kejadian, wartawan media lokal ini melapor ke Polsek Bekasi Utara. "Semoga pelaku dapat segera ditangkap," ujarnya.

    Juru bicara Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing Andari, mengatakan polisi telah menerima laporan kedua wartawan korban begal tersebut. "Kami akan menindaklanjuti dan melakukan penyelidikan," ujar Erna.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.