Cakung dan Pulogadung Rawan Kekeringan, Begini Antisipasi DKI

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan botol air mineral bekas untuk menjadi corong saat mengisi air ke dirigen dari pompa manual atau tradisioanal di kawasan Waduk Melati, Tanah Abang, Jakarta, 27 September 2015. Lebih dari tiga bulan musim kemarau, warga memanfaatkan pompa manual sebagai sumber air. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Warga menggunakan botol air mineral bekas untuk menjadi corong saat mengisi air ke dirigen dari pompa manual atau tradisioanal di kawasan Waduk Melati, Tanah Abang, Jakarta, 27 September 2015. Lebih dari tiga bulan musim kemarau, warga memanfaatkan pompa manual sebagai sumber air. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto mengatakan dua kelurahan di wilayahnya masuk dalam zona rawan kekeringan selama kemarau tahun ini. Dua wilayah itu adalah Kelurahan Cakung dan Pulogadung.

    "Yang agak rawan kekeringan di Jakarta Timur berada di bagian utara, seperti Cakung dan Pulogadung karena jauh dari sumber air," kata Uus di Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019.

    Menurut Uus, wilayah utara memang jauh dari sumber air, seperti Kalimalang atau waduk. Akses air terdekat adalah kawasan pesisir Teluk Jakarta. "Warga yang di utara sumber airnya dekat laut dan tidak layak untuk kebutuhan sehari-hari," kata dia.

    Uus mengatakan secara umum, sebagian wilayah Jakarta Timur mulai menunjukkan gejala kekeringan, seperti debit air di lahan resapan yang mulai menyusut sejak beberapa bulan terakhir.

    Namun Uus memastikan gejala kekeringan belum bersifat masif dan masih dapat tertangani melalui persediaan air bersih. "Danau kawasan Halim mulai surut. Tapi kekeringan di Jakarta Timur belum masif," kata dia.

    Dalam rangka menghadapi kekeringan, Uus memastikan instansi terkait telah bersiaga mendistribusikan bantuan pasokan air bersih. "Kami sudah siapkan sejumlah mobil tangki untuk distribusi air bersih bila kekeringan bersifat masif," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.