Kasus Ninoy Karundeng, Munarman FPI Penuhi Panggilan Polisi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman menyapa wartawan usai diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, Denpasar, Bali, 14 Februari 2017. Meski telah berstatus tersangka, namun Polda Bali belum melakukan penahanan terhadap Munarman. Foto: Johannes P. Christo

    Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman menyapa wartawan usai diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, Denpasar, Bali, 14 Februari 2017. Meski telah berstatus tersangka, namun Polda Bali belum melakukan penahanan terhadap Munarman. Foto: Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Umum Front Pembela Islam atau FPI, Munarman, memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi dalam kasus penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng.

    Munarman tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.20 WIB dengan didampingi pengacaranya, Samsul Bahri. Setibanya di sana, ia langsung masuk ke ruangan penyidik di Gedung Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tanpa memberikan pernyataan ke awak media.

    "Prinsipnya kita ke sini hanya memberikan klarifikasi. Ada panggilan menyebutkan bahwa salah satu tersangka berkomunikasi dengan Bapak Haji Munarman," kata Samsul di Gedung Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Rabu, 9 Oktober 2019.

    Munarman dipanggil sebagai saksi oleh penyidik Polda Metro Jaya setelah namanya disebut dalam kasus penculikan dan penganiayaan Ninoy Karundeng. Munarman disebut polisi menerima laporan terjadinya peristiwa penculikan dan penganiayaan dari tersangka berinisial S yang terlibat dalam penganiayaan Ninoy.

    "Dia (S) melaporkan semuanya kepada Pak Munarman," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin, 7 Oktober lalu.

    Polisi menyebut S mendapat perintah setelah melaporkan hal ini. Namun Argo tak merinci apakah perintah itu berasal dari Munarman atau bukan.

    Dalam kasus penganiayaan Ninoy Karundeng, polisi telah menetapkan 13 tersangka. Mereka adalah AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, F, serta Bernard Abdul Jabbar, yang juga Sekjen PA 212.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.