Swasta Bidik Hutan Kota GBK Jadi Ikon Baru Jakarta

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepeda berfoto di Hutan Kota kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis, 7 Maret 2019. Hutan kota ini disulap dari bekas lahan lapangan golf Driving Range di Kompleks GBK. TEMPO/Rully Kesuma

    Pesepeda berfoto di Hutan Kota kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis, 7 Maret 2019. Hutan kota ini disulap dari bekas lahan lapangan golf Driving Range di Kompleks GBK. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Hutan kota di kawasan Gelora Bung Karno atau GBK Senayan diproyeksikan menjadi ikon baru Jakarta. Ambisi ini dimiliki Plataran Indonesia, grup perusahaan pengembang properti, wisata dan resto.

    "Kami akan revitalisasi hutan kota GBK ini," ujar CEO Plataran, Yozua Makes di kawasan GBK, Jakarta Selatan, Rabu 9 Oktober 2019.

    Yozua menerangkan, proses revitalisasi akan dijalankan setelah Plataran memastikan memenangi seleksi yang dibuat Pusat Pengelola Kompleks GBK. Menggunakan dana yang tidak disebutkan besarnya, Plataran akan merevitalisasi kawasan GBK seluas 3,2 hektare di sekitar Pintu 6 GBK.

    Yozua mengungkapkan, revitalisasi akan dilakukan dengan penanaman 300-500 pohon. Di tengah kawasan juga akan dibangun kolam untuk menambah kesan kembali ke alam. Selain juga tempat pertemuan juga restoran.

    "Konsepnya kebudayaan nusantara dan juga mengusung nilai-nilai kebangsaan," kata dia. 

    Yozua optimistis hutan kota GBK nantinya mampu menjadi ikon baru di jantung Jakarta. Hutan kota itu ditargetkan dibuka untuk publik pada Desember mendatang. "Ini akan indah sekali," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.