Pintu Air Manggarai Kembali Dibuka Setelah Sampah Dibersihkan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat saat mengeruk tumpukan sampah kayu dan bambu yang tersangkut di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Sampah tersebut terbawa arus hingga ke pintu air Manggarai akibat hujan deras yang mengguyur Bogor tadi malam. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Alat berat saat mengeruk tumpukan sampah kayu dan bambu yang tersangkut di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Sampah tersebut terbawa arus hingga ke pintu air Manggarai akibat hujan deras yang mengguyur Bogor tadi malam. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JakartaPintu Air Manggarai sempat ditutup setelah dalam dua hari terakhir terjadi lonjakan volume sampah pasca turunnya hujan di Jakarta dan sekitarnya. Unit Pelaksanaan Kebersihan (UPK) Badan Air Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat mengatakan harus membersihkan sekitar 4.680 ton sampah.

    Kepala Satuan Pelaksana UPK Badan Air, Rohmat, menyatakan pihaknya memang sengaja menutup Pintu Air Manggarai saat volume air beserta sampah meningkat. Dia menyatakan hal itu dilakukan agar sampah tak mengalir ke hilir.

    "Kalau hanyut ke hilir nanti malah tambah parah dan repot," ujarnya seperti dilansir Antara, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Namun, Rohmat tak merinci jam berapa saluran Pintu Air Manggarai mulai dibuka. Ia mengatakan pihaknya telah mengangkut sampah sebanyak 156 truk dengan muatan besar hingga Rabu malam kemarin.

    "Jumlah tersebut setara dengan 4.680 ton jika satu truk memuat 30 ton dan terus bertambah pada hari kedua setelah Jakarta diguyur hujan," ujarnya.

    Dia menyatakan, pada Kamis pagi hingga siang ini pihaknya kembali mengangkut sampah sebanyak 3 truk besar sehingga total mencapai 159 truk.

    Sampah- sampah yang didominasi oleh kayu itu nantinya akan di bawa ke tempat pembuangan sementara di Jalan Perintis Kemerdekaan untuk dikeringkan.

    Selanjutnya, setelah kering sampah itu akan dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

    Hingga saat ini tinggi muka di Pintu Air Manggarai mencapai 630 sentimeter atau masuk kategori siaga IV.

    Sebelumnya, Kepala UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yayat Supriyatna mengatakan petugasnya telah bersiap selama satu bulan terakhir jika terjadi kenaikan dari Bendung Katulampa, Rabu (9/10).

    Petugas di Pintu Air Manggarai juga sudah berjaga jika status air di Bendung Katulampa naik menjadi siaga III. Hari ini BMKG memperkirakan wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya masih akan diguyur hujan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.