Pemuda Koma Pasca Demonstrasi Pelajar Dikabarkan Meninggal

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marka jalan dan ban dibakar massa saat demonstrasi pelajar yang berujung ricuh di belakang gedung DPR, Senayan, Jakarta, 25 September 2019. Aparat kepolisian melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Marka jalan dan ban dibakar massa saat demonstrasi pelajar yang berujung ricuh di belakang gedung DPR, Senayan, Jakarta, 25 September 2019. Aparat kepolisian melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Akbar Alamsyah, 19 tahun, meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto pada Kamis malam, 10 Oktober 2019. Akbar diduga menjadi korban kekerasan saat demonstrasi pelajar di DPR RI berujung bentrokan dan kerusuhan, 25 September 2019.    

    Kematian Akbar pada malam ini dibenarkan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Yati Andriyani. “Iya, keluarga yang mengabarkan kami,” kata Yati lewat pesan pendek, Kamis malam.

    Yati mengatakan mendapat kabar dari keluarga Akbar sekitar pukul 18.30 WIB. Ia menambahkan, belum tahu lebih detil. “Keluarga masih berduka,” kata dia.

    Sebelumnya, keluarga sempat kehilangan Akbar sejak pemuda itu pamit menonton demonstrasi 'Pergerakan STM Sejabodetabek' ke DPR RI pada 25 September lalu. Akbar hilang kabar selama empat hari.

    Baru pada 29 September, keluarga mengetahui Akbar dirawat di RSPAD Gator Subroto. Sebelum dirujuk ke RSPAD, Akbar sempat dirawat di RS Pelni dan Rumah Sakit Bhayangkara.

    Yati menyebut kalau KontraS masih menelusuri keterangan lebih lanjut tentang kondisi Akbar dalam demonstrasi tersebut. Termasuk kronologis hingga pemuda itu mengalami koma.

    Akbar hanyalah satu dari sekian korban yang mengalami luka berat selama gelombang demonstrasi dan bentrokan dengan aparat trejadi di Jakarta akhir September lalu. Selain dia, ada juga nama Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al Azhar. Sedang korban meninggal pertama adalah Maulana Suryadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.