200 Perguruan Ramaikan Gelaran Seni Silat Rawa Belong

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelar Seni Silat Tradisional Rawa Belong dibuka oleh penampilan dari para jawara silat seJabodetabek di Kampung Rawa Belong, Sabtu, 12 Oktober 2019. TEMPO/Meidyana Aditama Winata

    Gelar Seni Silat Tradisional Rawa Belong dibuka oleh penampilan dari para jawara silat seJabodetabek di Kampung Rawa Belong, Sabtu, 12 Oktober 2019. TEMPO/Meidyana Aditama Winata

    TEMPO.CO, Jakarta - Kampung Silat Rawa Belong di Jakarta Barat menggelar seni silat tradisional mengundang 200 perguruan se-Jabodetabek, Sabtu 12 Oktober 2019. Mereka ingin menegaskan identitas diri di antara kampung-kampung Betawi yang ada.

    Bachtiar, ketua seksi acara di pagelaran itu, mengatakan bahwa acara itu merupakan impian masyarakat Rawa Belong sejak lama. "Akhirnya hari ini sudah terelisasi dan pemerintah mendukung acara ini agar diadakan rutin setiap tahunnya,” kata Bachtiar.

    Dia berharap, pagelaran sekaligus alat atau simbol untuk menyatukan ratusan aliran pukul (silat) yang ada di Jakarta. "Jadi kalau di Rawa Belong itu biar menjadi pemersatu dari aliran-aliran pukul yang ada di tanah Betawi,” katanya menambahkan.

    Hadir dalam pagelaran itu termasuk M. Rifki, Ketua Umum Ikatan Silat Betawi Indonesia, juga  Wakil Ketua Umum Badan Musyawarah Betawi. Dia yang lebih dikenal sebagai Eki Pitung menerangkan kalau Kampung Rawa Belong adalah daerah asal tokoh Betawi, si Pitung. “Jadi wajar saja hari ini dijadikan sebagai sebuah momentum kampung silat," katanya.  

    Gelaran seni silat tradisional dihelat secara terbuka di Jalan Raya Rawa Belong dan dihadiri oleh sejumlah masyarakat yang menonton pertunjukan silat tradisional ini. Pembukaan acara ini dimulai dengan penampilan dari para jawara-jawara (guru senior silat) seJabodetabek dan tarian renggong manis khas betawi dari sanggar si Pitung.

    MEIDYANA ADITAMA WINATA | ZW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.