Kakek 65 Tahun Tertimpa Tembok Penahan Tanah Ambrol di Bogor

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tembok penahan tanah ambrol di Tajur, Bogor, Sabtu, 12 Oktober 2019. Tempo/MA Murtadho

    Tembok penahan tanah ambrol di Tajur, Bogor, Sabtu, 12 Oktober 2019. Tempo/MA Murtadho

    TEMPO.CO, Bogor - Sarjono, 65, luka di kepala akibat tertimpa tembok penahan tanah ambrol di Sukajaya III Rt 01/06, Kelurahan Tajur, Bogor selatan, Sabtu, 12 Oktober 2019. Tembok penahan tanah atau TPT setinggi enam meter dan lebar 25 meter milik PT. Super Mall atau Mall Boxies 123 itu ambrol dan menimpa pemukiman warga.

    Sedikitnya 10 rumah dengan jumlah 17 KK, 63 jiwa terdampak bencana tersebut. Warga yang rumahnya rusak akibat tembok ambrol itu dievakuasi sementara ke rumah ketua RW dan tetangga sekitar lokasi kejadian.

    Ketua RW 06 Roni mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya ada 1 korban luka bernama Sarjono yang sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

    Kerusakan lain adalah tiga rumah tinggal serta dua kontrakan milik warga rusak berat, termasuk satu unit kendaraan roda dua. "Semuanya ada sepuluh, rusak berat tiga dan lainnya hanya terdampak saja," ucap Roni di Tajur, Sabtu.

    Babinsa Kelurahan Tajur Kopral Satu Sandi Yudha mengatakan TPT ambrol karena tak dapat menahan longsoran tanah akibat hujan yang sangat deras. TPT ambrol itu berada di belakang Mall Boxies 123 Tajur.

    Material longsoran menimpa beberapa rumah yang berada di bawahnya, yaitu rumah milik Agung, Sandi dan Wawan. Dua rumah kontrakan yang tertimpa material longsor milik Yusuf dan Neneng yang dihuni 30 orang. "Tanah longsor juga mengakibatkan jalan setapak milik warga sekitar tertutup material longsoran," ucap Yudha.

    Kerusakan paling parah menimpa rumah milik Agus dan Sandi. Rumah mereka hanya dibatasi jalan warga dengan tembok penahan tanah ambrol itu. "Selain teras rumah ambruk, tanah dan material longsor masuk ke dalam rumah bagian ruang tamu," kata Agus.

    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.