Ibu Faisal Amir Kumpulkan Bukti Penganiayaan Anaknya ke Bareskrim

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Agung, ibu dari Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia, melaporkan dugaan penganiayaan terhadap anaknya ke Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta, Kamis, 4 Oktober 2019. M Rosseno Aji

    Ratu Agung, ibu dari Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia, melaporkan dugaan penganiayaan terhadap anaknya ke Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta, Kamis, 4 Oktober 2019. M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibunda Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia korban demonstrasi di DPR, akan membawa bukti kuat dugaan penganiayaan anaknya oleh aparat.    

    Ibunda Fasila, Ratu Agung, menyatakan bakal kembali mendatangi Badan Reserse dan Kriminal Polri untuk melaporkan dugaan penganiayaan polisi terhadap anaknya saat mengikuti unjuk rasa di DPR RI.

    "Jumat besok akan kembali ke Bareskrim untuk menyampaikan bukti tambahan," kata Ratu saat dihubungi, Sabtu, 12 Oktober 2019.

    Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia itu ditemukan terkapar tak sadarkan diri seusai mengikuti demonstrasi mahasiswa menolak revisi Undang-Undang KPK di depan Gedung DPR pada Selasa, 24 September 2019.

    Hasil pemeriksaan dokter, Faisal mengalami retak di tengkorak kepala, pendarahan di otak, dan patah tulang bahu. Dia mesti menjalani operasi di tengkoraknya.

    Dua pekan lalu, Ratu telah mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan penganiayaan terhadap anaknya. Namun laporannya ditolak polisi. Polisi, kata dia, masih meminta bukti tambahan untuk laporannya.

    Ratu mengatakan bakal memberi bukti tambahan berupa pakaian, video dan hasil visum anaknya kepada polisi. "Laporan pertama saya dua pekan lalu belum lengkap katanya."

    Badan Reserse Kriminal Polri berjanji membentuk tim untuk mengusut kasus penganiayaan terhadap Faisal. "Hasil diskusi tadi (dengan Polri), saya enggak usah lagi buat laporan dari bawah. Jadi suratnya nanti langsung ke Kepala Bareskrim, habis itu akan dibentuk tim," kata Ratu usai bertemu Bareskrim, Jumat, 4 Oktober 2019.

    Kendati dijanjikan dibentuk tim kasus Faisal Amir, Ratu mengatakan Bareskrim Polri belum memberikan target kapan pengusutan dugaan penganiayaan ini akan tuntas. "Saya berharap secepatnya."

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.