Polda Metro Tambah Personel Buat Pelantikan Presiden, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat menerima Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Indonesia (GMPSI) yang tergabung dari berbagai daerah se Pulau Jawa di Istana Negara, Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat menerima Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Indonesia (GMPSI) yang tergabung dari berbagai daerah se Pulau Jawa di Istana Negara, Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Lalu Lintas Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Komisaris Besar Yusuf mengatakan akan melipatgandakan personelnya yang diterjunkan saat pelantikan presiden dan wakilnya, Joko Widodo alias Jokowi-Ma’ruf Amin, pada 20 Oktober mendatang.

    “Akan kita perketat,” kata Yusuf ketika dikonfirmasi pada Ahad, 13 Oktober 2019. Yusuf mencontohkan, bila semula direncanakan personel yang akan diterjunkan buat pelantikan presiden sekitar 1.500 orang, kini jumlah yang direncanakan sebanyak 3.000 orang.

    Polisi, kata dia, berkaca pada kasus penusukan yang dialami Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM Wiranto di Alum-Alun Menes, Pandeglang, Banten, beberapa waktu lalu. “Setelah ada kejadian pak wiranto ini kan cukup rawan juga. Makanya kita perketat gitu. Penambahan personel dua kali lipat,” ucap dia.

    Menurut Yusuf, polisi juga akan memberlakukan penutupan di beberapa titik di sekitar area pelantikan.

    Meski begitu, akan ada rekayasa lalu lintas yang tengah dipersiapkan bagi pengguna lalu lintas. “Nanti kalau mungkin penutupannya di depan (tempat pelantikan),” tutur Yusuf.

    Pelantikan presiden dan wakil presiden sendiri akan digelar di Kompleks Parlemen. Presiden inkumben Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin akan dilantik pada 20 Oktober 2019.

    Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan pengunduran jam pelantikan Jokowi-Ma’ruf bukan karena potensi ancaman.

    "Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo kan sudah menyampaikan, itu untuk menghormati umat Kristiani yang menjalankan ibadah pada pagi hari," ujar Dedi di kantornya, Jakarta Selatan pada Kamis, 10 Oktober 2019.

    MPR RI sedianya akan melaksanakan pelantikan presiden pada Ahad, 20 Oktober 2019 pukul 10.00 WIB, namun diundur menjadi pukul 14.00 WIB pada hari yang sama. Sementara itu, aparat gabungan akan mengerahkan sebanyak 27.000 personel TNI-Polri akan dikerahkan untuk menjaga pelantikan. Seluruh personel akan mengamankan tempat-tempat sentral di Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.