Jalan Menuju DPR Ditutup, Transjakarta Alihkan Dua Rute

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Transjakarta berbalik arah dalam tol dalam kota guna menghindari aksi unjuk rasa di depan gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (30/3). Tempo/Tony Hartawan

    Bus Transjakarta berbalik arah dalam tol dalam kota guna menghindari aksi unjuk rasa di depan gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (30/3). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua rute bus Transjakarta dialihkan sehubungan dengan adanya penutupan jalan di sekitaran Gedung DPR, Jakarta Pusat hari ini. Kepala Divisi Sekretraris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan dua rute itu, yakni Stasiun Palmerah-Bundaran Senayan (1F) dan Stasiun Palmerah-Tosari (1B).

    "Pengalihan rute terkait adanya penutupan jalur selepas lampu merah arah Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga)," kata Nadia dalam keterangan tertulisnya, Senin, 14 Oktober 2019.

    Dari foto yang dikirimkan Nadia, polisi tampak sudah berjaga di pintu keluar tol di Jalan Gatot Subroto. Tiga truk polisi menutupi jalan yang mengarah ke Gedung DPR itu.

    Menurut Nadia, bus rute 1F dan 1B akan langsung mengakses Patal Senayan dari Stasiun Palmerah. Selanjutnya, pelayanan normal hingga sampai di Bundaran Senayan dan Tosari. Nadia memastikan rute lain tidak terdampak.

    "Untuk Layanan rute operasional lainnya masih dapat dilayani seperti biasa," kata Nadia.

    Sebelumnya, beredar informasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI akan menggelar demonstrasi di Gedung DPR dan Istana Negara hari ini. Akan tetapi, Koordinator BEM SI wilayah Jabodetabek-Banten, Muhammad Abdul Basit, membantah kabar yang beredar soal aksi tersebut. "Besok kami gak ada aksi, yang bersebaran itu hoax,” kata pria yang kerap dipanggil Abbas itu lewat pesan pendek, Ahad malam, 13 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.