Menjelang Musim Hujan, Pompa Air di Jakarta Utara Siap Digunakan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas tengah memeriksa mesin pompa berkapasitas 2 ribu liter per detik di Gedung Pompa Kelapa Gading,  Jakarta Utara, Selasa, 12 Desember 2017. TEMPO/Alfan Hilmi.

    Seorang petugas tengah memeriksa mesin pompa berkapasitas 2 ribu liter per detik di Gedung Pompa Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 12 Desember 2017. TEMPO/Alfan Hilmi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Utara memastikan seluruh pompa air tetap, bergerak dan portable siap digunakan untuk antisipasi banjir saat menghadapi musim hujan. Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara, Adrian Mata Maulana menyatakan 38 mesin air siap beroperasi jika nantinya dibutuhkan.

    "Semuanya berfungsi normal," kata Adrian di Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    Dia menyatakan petugas Sudin SDA Jakarta Utara selalu memantau kondisi mesin pompa air tersebut untuk menyambut musim hujan. Saat ini, menurut Adrian, terdapat 19 lokasi rumah pompa pengendali air di Jakarta Utara. Total terdapat 38 mesin dengan kapasitas bervariasi.

    Adrian menyatakan, saat ini dua mesin diantaranya sedang dalam perbaikan. Satu unit mesin berkapasitas 2.000 liter per detik di Rumah Pompa Pinang, Koja dan satu unit mesin pompa berkapasitas 500 liter per detik di Rumah Pompa Kapuk 3.

    "Hanya butuh penggantian klep saja," ujar Adrian.

    Untuk mesin pompa air bergerak Adrian menyatakan terdapat lima mesin dengan kondisi normal. Enam mesin lainnya sedang dalam proses perawatan.

    "Rata-rata berkapasitas mulai dari 100 - 400 liter per detik," kata Adrian.

    Seperti diketahui, pekan lalu beberapa kawasan di DKI Jakarta sudah mulai terguyur hujan. Selain itu, hujan dengan intensitas sedang hingga berat juga terjadi di kawasan Bogor yang aliran airnya mengarah ke ibu kota. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di wilayah Pulau Jawa akan mulai terjadi pada akhir Oktober hingga awal November.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.