Perampok Bercelurit di Steam Arema Ditangkap, Satu Masih 16 Tahun

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menunjukkan celurit yang digunakan perampok dalam sebuah perampokan minimarket. Tempo/Imam Hamdi

    Polisi menunjukkan celurit yang digunakan perampok dalam sebuah perampokan minimarket. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Bekasi - Polisi menangkap tiga dari empat perampok bercelurit yang menyatroni tempat pencucian sepeda motor Steam Arema di Kampung Sawah, Pondok Melati, Kota Bekasi. Satu di antara pelaku dilaporkan masih berusia 16 tahun alias di bawah umur.

    "Kami masih mengejar satu pelaku lain," kata Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede, Ajun Komisaris Supriyanto ketika dikonfirmasi pada Senin, 14 Oktober 2019.

    Perampokan terjadi pada Senin dinihari pekan lalu. Pelaku berjumlah empat orang menggunakan dua sepeda motor terekam kamera CCTV. Dua di antaranya masuk ke dalam tempat istirahat karyawan tempat steam sambil menenteng celurit.

    Satu orang karyawan yang tengah tidur di bangku panjang tampak terjaga. Karyawan yang belakangan diketahui bernama Ahmad Riyadi tersebut bergegas masuk ke dalam kamar. Rupanya, Riyadi mengambil sebilah celurit untuk melawan.

    Pelaku dan Riyadi sempat saling berhadapan, sama-sama mengayunkan senjatanya. Tapi mereka tak jadi duel.

    Masih di dalam rekaman itu, istri Riyadi dan anaknya yang masih kecil juga keluar kamar. Tak ada yang dilukai dalam kejadian ini. Rekaman CCTV ini sempat viral di media sosial.

    Menurut Supriyanto, tiga pelaku ditangkap di lokasi berbeda. Dua di daerah Cipayung dan satu di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Ia menyebut, pelaku melakukan perampokan di tempat itu karena masih buka pada dinihari. "Alasannya butuh duit," ujar Supriyanto.

    Dari lokasi, kata dia, perampok bercelurit ini berhasil menggasak sebuah telepon genggam. Para tersangka yang telah ditangkap sekarang mendekam di sel tahanan Polsek Pondok Gede, Kota Bekasi. Mereka dijerat dengan pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, ancamannya penjara tujuh tahun.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.