Survei 2 Tahun Gubernur Anies Baswedan, Tingkat Kepuasan Menurun

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan rumah DP nol rupiah di kawasan Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta, 12 Oktober 2018. Program ini diajukan Anies bersama mantan wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan rumah DP nol rupiah di kawasan Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta, 12 Oktober 2018. Program ini diajukan Anies bersama mantan wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Tingkat kepuasan warga Jakarta pada tahun kedua pemerintahan Gubernur Anies Baswedan menurun. Hal itu terlihat dari hasil survei “Jakarta untuk Siapa?” yang dilansir Populi Center, Senin 14 Oktober 2019.

    Survei dilakukan terhadap 600 responden di lima kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu pada 9-18 September lalu. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan hingga 95 persen.

    Hasilnya, sebanyak 65,5 persen menyatakan puas dengan kinerja Anies setahun terakhir. Angka 65,5 terdiri dari 58,5 persen puas dan 7 persen sangat pas. Adapun 28,1 responden mengatakan tidak puas dan 6,3 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau banjir di kawasan Cipinang Melayu, Ahad malam 11 November 2018. instagram.com

    Tingkat kepuasan itu tak sebesar saat survei Populi pada Oktober 2018. Saat itu jumlah masyarakat yang puas dengan kinerja Anies mencapai 69,8 persen (58,9 persen puas dan 10,9 persen sangat puas). Sedang yang menyatakan tidak puas 27,9 persen.

    "Jadi cenderung ada penurunan (tingkat kepuasan)," kata peneliti dari Populi Center Jefri Adriansyah.

    Menurut Jefri, satu di antara penyebab turunnya tingkat kepuasan masyarakat ialah adanya sejumlah program Anies yang dinilai tidak bermanfaat. Contohnya, sebanyak 16,5 persen responden berpendapat program hunian dengan uang muka (down payment) Rp 0 tidak bermanfaat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.