2 Tahun Anies Pimpin Jakarta, Survei: Rumah DP Nol Tak Bermanfaat

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan saat peresmian rumah DP nol rupiah di kawasan Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan saat peresmian rumah DP nol rupiah di kawasan Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei tingkat kepuasan terhadap tahun kedua pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap dua program berada di top of mind warga Jakarta. Keduanya adalah KJP Plus yang disebut pertama di antara program paling bermanfaat dan Rumah DP Nol untuk kategori sebaliknya, paling tidak bermanfaat. 

    Seperti diketahui, KJP plus dikembangkan Anies untuk membedakan dengan program KJP oleh gubernur sebelumnya. Selain menambah nilai uang, Anies menjadikan bantuan bisa dimanfaatkan secara tunai oleh penggunanya. Pemanfaatan tunai dihindari gubernur sebelumnya karena tak menginginkan penyalahgunaan bantuan di luar kebutuhan sekolah. 

    Sedang Rumah DP Nol adalah janji kampanye Anies-Sandiaga untuk memberikan rumah tapak murah kepada warga Jakarta. Pada praktiknya, APBD tak memungkinkan menanggung uang muka rumah seperti yang dijanjikan. Warga yang bisa mendaftar juga dibatasi yang memiliki penghasilan sekitar Rp 7 juta per bulan.

    Survei oleh Populi Center terhadap 600 responden sepanjang 9 - 18 September 2019 tersebut secara umum mengukur tingkat kepuasan sebesar 65,5 persen. Program KJP Plus terbukti menyumbang penilaian itu.

    "Hal yang membuat masyarakat merasa puas dengan kinerja Anies adalah kinerjanya yang dinilai bagus, tidak ada perubahan di Jakarta, dan program KJP Plus," kata Deputi Direktur Eksekutif Populi Center Afrimadona saat membacakan hasil survei di Slipi, Jakarta Barat, Senin, 14 Oktober 2019.

    Berikut hasil survei tersebut selengkapnya,

    SURVEI
    Waktu: 9-18 September 2019
    Metode: multistage random sampling
    Margin of error: +4 persen
    Tingkat kepercayaan: 95 persen

    RESPONDEN
    Jumlah: 600 orang
    Laki-laki: 50 persen
    Perempuan: 50 persen
    Survei dilakukan di lima kota Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu

    HASIL

    Kepuasan Kinerja Gubernur Anies

    Sangat puas
    September 2019: 7 persen
    Oktober 2018: 10,9 persen

    Puas
    September 2019: 58,5 persen
    Oktober 2018: 58,9 persen

    Tidak puas
    September 2019: 26,8 persen
    Oktober 2018: 26,9 persen

    Sangat tidak puas
    September 2019: 1,3 persen
    Oktober 2018: 1 persen

    Tidak tahu/tidak jawab
    September 2019: 6,3 persen
    Oktober 2018: 2,5 persen

    Program yang Dinilai Tidak Bermanfaat (Top of Mind)

    Tidak ada: 30 persen
    Rumah DP Rp 0: 16,5 persen
    KJP Plus: 6,6 persen
    Lapangan kerja sulit: 6,2 persen
    Bantuan lansia: 4,5 persen
    Program Jak Lingko: 2,4 persen
    Oke-Oce: 2,4 persen
    Reklamasi: 0,9 persen
    Program lainnya: 18,7 persen
    Tidak tahu: 11,8 persen

    Program Paling Bermanfaat (Top of Mind)

    Program KJP Plus: 37 persen
    Tidak ada:  10 persen
    Program Jak Lingko: 7,8 persen
    Pembangunan: 2,2 persen
    Jakarta bersih: 2 persen
    Mengatasi banjir: 1,4 persen
    Perluasan ganjil-genap: 1,4 persen
    Rumah DP Nol: 0,7
    Lain-lain: 33 persen
    Tidak tahu: 4,5 persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.