Kenang Kematian Anggota Paskibra, Tangsel Bikin Taman Kak Aurel

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taman Kakak Aurel di lingkungan kantor Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Selasa 8 Oktober 2019. Taman ini untuk mengenang seorang pelajar yang meninggal di tengah pelatihan tim inti Paskibra pada Agustus lalu. TEMPO/M KURNIANTO.

    Taman Kakak Aurel di lingkungan kantor Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Selasa 8 Oktober 2019. Taman ini untuk mengenang seorang pelajar yang meninggal di tengah pelatihan tim inti Paskibra pada Agustus lalu. TEMPO/M KURNIANTO.

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan -Demi menghormati dan mengenang Aurellia Qurratu Aini atau kematian anggota Paskibra, yang guhur setelah latihan pada 1 Agustus 2019 lalu, pemerintah kota Tangerang Selatan membuat taman yang dinamai kakak Aurel.

    "Ini bisa menjadi sebuah momentum untuk kita semua, mudah- mudahan ayah dan ibu kakak Aurel bisa berjalan dan tentunya ini juga menjadi pengingat semangat spirit dari kakak Aurel," kata Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Senin 14 Oktober 2019.

    Menurut Airin, Semangat dari Aurel luar biasa penuh kedisiplinan dedikasi untuk bisa melaksanakan tugas pengibaran bendera atau menjadi calon paskibraka luar biasa dan tidak mengenal lelah.

    "Ini saja sudah menjadi simbol, saya titip pesan kepada tim dinas Lingkungan Hidup pada saat itu buatlah taman semenarik mungkin karena mereka adalah anak- anak generasi muda yang tentunya mereka juga bisa melihat dari taman kakak Aurel sehingga mereka bisa mengingat spirit dari kakak Aurel," ujarnya.

    Sementara Faried Abdurahman ayah dari almarhumah Aurellia Qurratu Aini, mengucapkan terima kasih untuk Wali Kota Tangerang Selatan dan jajaran bahwa dengan dibangunnya taman kakak Aurel untuk bukti penyemangat adik- adik calon Paskibra kota Tangsel.

    "Ini sudah koordinasi dengan kita pihak keluarga, jadi memang dari staf Wali Kota Tangsel datang ke kita untuk komunikasi kalau akan ada taman kakak Aurel," ungkapnya.

    Faried juga mengatakan bahwa pihaknya sangat berterimakasih dan untuk masalah nyawa tidak bisa digantikan dengan apapun. Tetapi apapun terkait kematian anggota Paskibra itu, taman ini untuk penyemangat kedepan generasi muda kota Tangsel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.