Pembersihan Sampah di Sungai Cikeas Terkendala Akses Alat Berat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sembilan rumah rusak akibat hantaman air aliran kali Cikeas yang meluap di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jum'at 26 April 2019. TEMPO/Ade Ridwan

    Sembilan rumah rusak akibat hantaman air aliran kali Cikeas yang meluap di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jum'at 26 April 2019. TEMPO/Ade Ridwan

    TEMPO.CO, Bekasi - Sampah bambu di Sungai Cikeas, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi mulai dibersihkan hari ini, Selasa, 15 Oktober 2019. Volume sampah diperkirakan mencapai 1.200 ton. Tak ada akses alat berat membuat proses pembersihan sampah yang menumpuk sepanjang 160 meter menjadi lambat.

    "Kesulitannya masuk alat berat ke lokasi, karena itu kami upayanya membongkar tanggul di beberapa titik perumahan," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Kali Cikeas pada Selasa, 15 Oktober 2019.

    Menurut Rahmat, pihaknya bakal mendatangkan alat berat supaya proses pembersihan sampah bambu cepat selesai. Sebab, jika tidak, menurut Rahmat, pembersihan bisa memakan waktu sebulan. "Nanti mobil juga bisa masuk untuk mengangkat material sampah," ujarnya.

    Rahmat tak bisa mengklaim sampah tersebut berasal dari Depok maupun Bogor. Tapi, menurut dia, hulu sungai tersebut berada di Kabupaten Bogor yang melintasi Kota Depok dan berakhir di Kabupaten Bekasi.

    "Ini gambaran perilaku masyarakat. Kami minta camat dan luar supaya sosialisasi tidak membuang sesuatu ke kali," kata Rahmat.

    Ketua Komunitas Peduli Sungai Cikeas-Cileungsi, Puarman mengatakan sampah menumpuk di Kali Cikeas menjelang bendung Koja di Jatiasih pada Kamis malam, bersamaan debit air sungai meningkat. Ia menyebut, sampah kali ini paling banyak dari sebelumnya.

    "Setiap ada kiriman air hingga 200 sentimeter, pasti membawa material sampah bambu," ujar Puarman.

    Berdasarkan pengamatan Tempo, ada puluhan petugas gabungan dari berbagai instansi melakukan pembersihan secara manual. Petugas tampak memungut satu persatu sampah bambu untuk dinaikkan ke bantaran Sungai Cikeas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.