Menjelang Musim Hujan, Anies Baswedan Bicara Pencegahan Banjir

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi pasca banjir di sekitar flyover Pancoran, Jakarta, Kamis, 4 April 2019. Anies Baswedan meminta PT Adhi Karya untuk membenahi saluran air yang terdapat di kawasan tersebut. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi pasca banjir di sekitar flyover Pancoran, Jakarta, Kamis, 4 April 2019. Anies Baswedan meminta PT Adhi Karya untuk membenahi saluran air yang terdapat di kawasan tersebut. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan salah satu strategi mengatasi banjir di Jakarta adalah dengan membangun kolam retensi di kawasan hulu. Tanpa penanganan di wilayah hulu, Anies pesimis DKI Jakarta akan bebas banjir.

    "Strategi yang harus kita dorong lebih jauh adalah membangun kolam-kolam retensi di hulu," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa 19 Oktober 2019.

    Menurut Anies dengan adanya kolam retensi di hulu tersebut, maka volume air yang datang ke Jakarta akan berkurang dan bisa dikendalikan hingga tidak menyebabkan banjir.

    Dia mengatakan terjadinya banjir di Jakarta selama ini karena volume air ke Jakarta tinggi yang kemudian bertemu dengan kawasan yang lebih rendah dari permukaan air laut.

    Padahal, kata Anies, DKI Jakarta sudah melakukan berbagai upaya pencegahan banjir. Diantaranya adalah normalisasi sungai namun banjir masih terjadi.

    "Beberapa bulan lalu kawasan Kampung Melayu terjadi banjir, padahal di situ sudah dilakukan normalisasi, " ujarnya.

    Dia menyatakan sebesar apa pun upaya pencegahan banjir dilakukan di Jakarta, namun selama di hulu tidak dilakukan pengendalian arus air maka banjir akan tetap terjadi.

    Anies mengatakan sudah berkomunikasi dengan Kementerian PUPR bahkan Presiden Joko Widodo terkait penanganan banjir di Jakarta dalam jangka panjang tersebut.

    "Saya sudah bicara dengan pak menteri PUPR bahkan presiden beberapa hari lalu soal percepatan pembangunan di hulu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.