2 Tahun Gubernur, Anies Baswedan Akan Perluas Program Oke Oce

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menurunkan barang-barang yang akan dijajakan dalam Pasar Murah OK OCE Peduli di Menteng Dalam, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pedagang menurunkan barang-barang yang akan dijajakan dalam Pasar Murah OK OCE Peduli di Menteng Dalam, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan memperluas kembali program kewirausahaan Oke Oce setelah dua tahun ia menjabat. Program itu merupakan salah satu program unggulan Anies saat berkampanye pada pilgub 2017.

    "Bagaimana dengan program Oke Oce? Jadi tujuan programnya adalah pengembangan wirausaha. Karena itu, kita sekarang memperluas jangkauan kegiatannya dengan variasi yang bermacam-macam," kata Anies di Balai Kota DKI, Selasa, 15 Oktober 2019.

    Anies menjelaskan pihaknya akan membagi pengembangan program berdasarkan fase dalam wirausaha. Sebab, kata dia, ada wirausaha yang baru memulai dan ada juga yang sudah pada tahap melanjutkan usahanya.

    "Kalau kita mengasumsikan semuanya pemula, repot. Justru kami sekarang mengakui ada berbagai jenis fase dalam wirausaha. Ada yang baru mulai, ada yang sudah mulainya awal, mulainya menengah, ada yang sudah mulainya lama tapi skalanya belum berkembang, karenanya diperluas," kata Anies.

    Anies menyebut program Oke Oce yang diperluas tersebut bernama Program Kewirausahaan Terpadu (PKT) sehingga bisa dijangkau oleh semua. "Kemarin OK OCE, kami banyak menjangkau pemula. Sementara banyak yang sudah di tengah jalan, perlu didukung, difasilitasi. Jadi itu kita jalankan terus," kata dia.

    Program Oke Oce atau One Kecamatan One Center for Entrepreneurship ini merupakan program andalan Sandiaga Uno saat mengikuti pilgub DKI Jakarta mendampingi Anies hingga memenangkan kontestasi tersebut.

    Dalam survei yang digelar oleh lembaga Populi Center berkaitan dengan dua tahun Anies Baswedan, program Oke Oce termasuk program yang dinilai warga tidak dirasakan. Sebesar 2,4 persen responden menilai program unggulan Anies dan Sandiaga itu tidak bermanfaat. “Program itu tidak dapat diakses masyarakat yang menjadi responden kami," kata peneliti dari Populi Center Jefri Adriansyah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.