Dua Tahun Anies Baswedan, Ini Keluhan dan Saran Warga DKI

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan seniman Joko Avianto berswafoto saat peresmian instalasi bambu Getah Getih di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018. Dinas Kehutanan DKI Jakarta akan menyiapkan instalasi baru untuk menggantikan instalasi Bambu Getah Getih. TEMPO/Amston Probel

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan seniman Joko Avianto berswafoto saat peresmian instalasi bambu Getah Getih di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018. Dinas Kehutanan DKI Jakarta akan menyiapkan instalasi baru untuk menggantikan instalasi Bambu Getah Getih. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah warga ibu kota memberikan pandangannya atas kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama dua tahun masa jabatannya. Ada yang menyampaikan keluhan sekaligus memberi masukan bagi Anies untuk memimpin ke depannya.

    Joshua Wilyan, 21 tahun, seorang mahasiswa menyoroti soal janji kampanye Anies mengenai program DP 0 rupiah. “Salah satu poin dari dia calonin diri pas debat dua tahun lalukan programnya DP 0 persen. Sudah ada bakalan jadi tapi enggak tahu sekarang gimana, karena media juga enggak menyiarkan hal ini secara intensif,” kata dia pada Selasa, 15 Oktober 2019.

    Randi Ramliyana (30), seorang dosen juga menilai program itu belum bermanfaat. “Janji DP 0 persen itu juga sama aja ketika harus membayar DP dengan jumlah yang besar, artinya tidak semua masyarakat mampu untuk membeli,” kata dia.

    Selain soal program DP 0 rupiah, Randi mengkritik langkah Anies yang membuat instalasi Gabion di Bundaran HI. Di sana juga ada dua pot besar yang harganya mencapai Rp 150 juta. "Itu sebenarnya menurut saya tidak perlu ya. Mendingan dana itu dibuat ke penataan jalan agar tidak macet, ya intinya untuk kepentingan masyarakat,” kata dia.

    Warga lainnya, Febriana Dewi (21) menyoroti saat Anies menangani Kali Item yang kotor dengan menggunakan jaring. Menurut dia, hal itu tidak masuk akal dan hanya membuang anggaran.

    “Sebenarnya apa yang Anies lakukan ini tidak buruk, namun ketika dibandingin dengan gubernur yang sebelumnya, kami masyarakat jadi tidak puas aja dengan kinerja gubernur sekarang,” kata Febriana.

    Christian Stefanus (23), karyawan yang berdomisili di Jakarta Barat menilai tak ada kinerja Anies yang menonjol. Ia menyoroti soal keberadaan PKL di trotoar dan menggangu pejalan kaki.

    Padahal, menurut Stefanus, keberadaan PKL itu sempat hilang di era gubernur sebelumnya. “Mending bikin suatu platform, dimana PKL-PKL itu bisa berkembang, sepert di lapangan contohnya, malah dengan begitu bisa jadi daya tarik turis kan?” kata dia.

    Meski begitu, para warga ibu kota mengapresiasi apa yang telah dilakukan Anies Baswedan. Mereka sama-sama berharap di sisa jabatan, Anies fokus untuk merealisasikan janji-janji yang telah ia sampaikan pada saat kampanye dua tahun lalu. “Kalau menurut saya janjinya aja dulu yang difokuskan agar dapat terealisasikan, jangan yang lain-lain dulu seperti gabion atau trotoar itu,” kata Randi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.