2 Tahun Anies Baswedan, PSI: Gubernur Rasa Wali Kota

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019. Dalam konferensi pers tersebut, ia menyampaikan hasil kerja selama 2 tahun menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019. Dalam konferensi pers tersebut, ia menyampaikan hasil kerja selama 2 tahun menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaAnies Baswedan hari ini genap dua tahun menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. PSI DKI menilai kinerja mantan Menter Pendidikan dan Kebudayaan itu kurang maksimal.

    Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI Jakarta, Rian Ernest, mengeluarkan catatan terkait dua tahun kepemimpinan Anies di ibu kota. PSI melihat kinerja Anies berdasarkan 23 janji yang pernah dia lontarkan saat berkampanye 2017 lalu.

    "Dua tahun Anies Baswedan resmi menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Setidaknya ada 23 janji Anies saat kampanye pada tahun 2017 lalu. Namun, ada catatan penting yang harus menjadi sorotan publik atas implementasi janji-janji yang umbar di masa kampanye," kata Ernest dalam keterangan tertulisnya, Rabu 16 Oktober 2019.

    Namun menurut dia, ada banyak capaian program tersebut yang hanya memenuhi standar kapasitas seperti seorang wali kota, bukan seorang gubernur. Hal itu, menurut dia, terlihat dari capaian program rumah DP nol persen. Dia menilai 1.790 unit rumah susun yang telah dibangun Anies selama kepemimpinannya sangat jauh dari standar seorang gubernur.

    "Berdasarkan data Badan Pusat Statistik di tahun 2017 jumlah warga Jakarta yang belum memiliki rumah sekitar 5 juta orang, sementara program rumah Dp 0 persen Anies hingga saat ini baru menyediakan 1.790 unit rumah DP nol persen. Capaian tersebut bukan untuk lingkup tingkat gubernur melainkan walikota," tulis eks staf ahli Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 Basuk Tjahja Purnama atau Ahok itu.

    Dia melanjutkan, catatan ke dua adalah pembangunan Jakarta yang belum menyeluruh. Misalnya soal program revitalisasi trotoar yang masih belum merata, bahkan di beberapa titik seperti jalan Raya Munjul Jakarta Timur belum memiliki fasilitas trotoar yang layak.

    Janji Anies untuk menyediakan lapangan pekerjaan dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak empat ratus ribu setiap tahunnya pun menjadi sorotan. Seharusnya, lanjut Rian, pada tahun keduanya ini Anies sudah menciptakan 800.000 tenaga kerja. Namun, menurut dia, progres program tersebut tidak bisa diukur keberhasilannya.

    "Kita tidak dapat cek sejauh mana janji tersebut terpenuhi. Tidak ada kejelasan maupun angka yang transparan bagaimana progresnya. Kami berusaha mencoba melihat data situs pktdev.jakarta.go.id, Namun, kami tidak mendapatkan informasi," ujarnya.

    Menurut Rian dengan jumlah Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang banyak seharusnya menunjang kinerja Anies yang lebih baik

    "Dengan jumlah staf pembantu sebanyak itu dapat menunjang kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan yang kita lihat sekarang," ujarnya.

    PSI DKI kata Rian, juga mengingatkan Anies akan 23 janji kampanye saat maju sebagai Gubernur DKI, agar tidak hanya menjadi pemenuhan janji manis saja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.