Polres Tangsel Akan Jegal Mahasiswa Demonstrasi ke Jakarta

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situasi demonstrasi di DPR sekitar flyover Gerbang Pemuda sebelum polisi dan demonstran saling serang, Senin petang, 30 September 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Situasi demonstrasi di DPR sekitar flyover Gerbang Pemuda sebelum polisi dan demonstran saling serang, Senin petang, 30 September 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Polres Tangerang Selatan menyatakan akan menjegal mahasiswa dan masyarakat yang akan menggelar demonstrasi di Gedung DPR RI saat pelantikan Presiden Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden Ma'aruf Amin pada 20 Oktober mendatang. Sebanyak 250 pasukan gabungan TNI - Polri akan disiagakan.

    Kepala Bagian Operasional polres Tangerang Selatan Komisaris Murodih menyatakan pihaknya dan TNI telah menyiapkan total 250 anggota untuk melakukan operasi terhadap para demonstran yang akan berangkat ke Gedung DPR.

    "Kami dari Polres Tangerang Selatan ada 150 anggota yang siaga menjaga keberangkatan massa atau mahasiswa dari Tangerang Selatan ke Jakarta dan 100 pasukan TNI," kara Murodih Rabu 16 Oktober 2019.

    Dia menyatakan jumlah tersebut akan disebar di sejumlah polsek, terutama wilayah Pamulang dan Ciputat yang terdapat banyak universitas.

    "Pasukan disiagakan di polres dan polsek- polsek, kita pertebal di Pamulang dan Ciputat karena saat demo kemarin yang berangkat dari sana cukup banyak," ujarnya.

    Murodih juga mengatakan bahwa mereka telah memberikan pemahaman dan sosialisasi untuk mencegah masyarakat ataupun mahasiswa berangkat ke DPR RI. Jika mereka memaksa untuk pergi mengikuti demo, dia mengancam akan membubarkan massa secara paksa.

    "Apabila ada konsentrasi massa kita coba mendekatkan dan kita sampaikan dengan pemahaman- pemahaman. Ya kalo berangkat kita upayakan kalo bisa kita sekat," kata dia.

    "Pemahaman sudah, sosialisasi sudah. Ya kalau mereka terpaksa, kita bubarkan paksa. Pengamanan Ini sudah kita mulai, sudah dari kemarin, tetapu kalau dari TNI Insya Allah besok sudah datang."

    Sebelumnya polisi menghimbang masyarakat untuk tidak melakukan demonstrasi sejak 15 hingga 20 Oktober 2019. Hal itu disebut untuk memperlancar pelantikan Jokowi.

    Meskipun demikian, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)berencana menggelar demonstrasi di depan Istana Negara pada Kamis besok, 17 Oktober 2019. Demonstrasi tersebut dilakukan untuk mendesak Presiden Jokowi segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) yang membatalkan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.