Lanjutkan Pembangunan Tanggul Laut, DKI Siapkan Rp 110 Miliar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana proyek pembangunan tanggul raksasa pengaman pantai (Giant Sea Wall) di kawasan Muara Baru Jakarta, 28 Desember 2017. Pembangunan tanggul laut ini untuk mengatasi banjir pasang air laut (rob) dan abrasi di kawasan pesisir Ibu Kota. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Suasana proyek pembangunan tanggul raksasa pengaman pantai (Giant Sea Wall) di kawasan Muara Baru Jakarta, 28 Desember 2017. Pembangunan tanggul laut ini untuk mengatasi banjir pasang air laut (rob) dan abrasi di kawasan pesisir Ibu Kota. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mengajukan anggaran Rp 110 miliar untuk meneruskan pembangunan segmen tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development ( NCICD) di Jakarta Utara. Awalnya, tanggul laut tersebut akan dibangun pengembang pulau buatan di Teluk Jakarta.

    Namun, karena pembangunannya dibatalkan, pengembang tidak lagi melanjutkan tanggul laut tersebut. Pembangunan tanggul nantinya bakal dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Pemerintah Provinsi DKI.

    "Masih ada 34 kilometer yang belum terbangun," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI, Juaini, saat dihubungi, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Juaini menuturkan total tanggul pengaman pantai dan tanggul muara sungai di pantai Utara Jakarta itu rencananya akan dibangun sepanjang 46,2 kilometer. Saat pertama kali direncanakan, pembagian area pembangunan tanggul tersebut dikerjakan Pemprov DKI dan Kementerian PUPR 11,2 kilometer, BUMN 16,4 kilometer, BUMD 7,2 kilometer dan Swasta 14,6 kilometer.

    Menurut Juaini, Pemprov DKI dan Kementerian PUPR berinisiatif mempercepat pembangunan tanggul karena ingin segera mengurangi risiko bencana yang berdampak ke masyarakat. Tahun ini, DKI telah membangun sepanjang 6,5 kilometer.

    Adapun total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan tanggul laut tahun ini mencapai Rp 59 miliar. Berdasarkan kesepakatan terakhir DKI bakal membangun 20,8 kilometer, sedangkan kementerian sepanjang 16,48 kilometer. "Kami berharap tahun depan proyek tanggul laut itu bisa terselesaikan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.