Allianz Gugah Masyarakat Lewat Program Tukar Sampah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harry Sible, Head of IT PT Allianz Utama Indonesia (kanan) di sela-sela “Tukar Sampahmu, Lindungi Dirimu!” 
dan “Allianz Uang Duka” yang diselenggarakan oleh Allianz di Jakarta pada Jumat, 18 Oktober 2019.

    Harry Sible, Head of IT PT Allianz Utama Indonesia (kanan) di sela-sela “Tukar Sampahmu, Lindungi Dirimu!” dan “Allianz Uang Duka” yang diselenggarakan oleh Allianz di Jakarta pada Jumat, 18 Oktober 2019.

    INFO BISNIS  Sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama kelompok emerging consumers, belum menempatkan asuransi sebagai kebutuhan hidup. Menjumpai fakta ini, Allianz Indonesia berupaya menggugah pentingnya perlindungan diri melalui cara unik melalui program “Tukar Sampahmu, Lindungi Dirimu.” Sosialisasi awal digencarkan di Financial Expo di Kota Casablanca, Jakarta, 17-20 Oktober 2019.

    “Penetrasi asuransi di Indonesia masih sangat rendah, perlu ditingkatkan,” ujar Head of IT Allianz Utama Indonesia, Harry Sible.

    Dengan populasi yang lebih dari 260 juta, peluang pasar asuransi sangat besar seiring kebutuhan masyarakat ketika mengalami musibah. Namun, pembayaran premi yang cukup tinggi menjadikan asuransi tak dianggap penting.

    Program “Tukar Sampahmu, Lindungi Dirimu” diharapkan menjadi solusi. Masyarakat dapat terlindungi asuransi dengan menabung di bank sampah. Nasabah yang terdaftar dalam program ini cukup menyetor dua kilogram sampah plastik atau setara Rp 4.500, sebagai pembayaran premi per bulan.

    Cara lain melalui aplikasi MySmash. Bedanya, lewat aplikasi ini premi sebesar Rp 5.000 per tiga bulan.

    Manfaat yang didapat nasabah antara lain santunan sebesar Rp 5 juta untuk kecelakaan hingga meninggal. Sedangkan, kecelakaan yang perlu mendapat perawatan medis mendapat klaim Rp 500 ribu dan jika meninggal karena sakit memperoleh Rp 1 juta.

    Tapi tantangan kedua asuransi di Indonesia yakni sulitnya nasabah melakukan klaim. Menjawab masalah klasik ini, Allianz membangun atmosfir digital yang memudahkan nasabah melalui aplikasi EAZy Claim. “Data untuk klaim bisa dikirim melalui aplikasi ini. Semua proses dari awal sampai akhir cukup di EAZy Claim untuk memudahkan nasabah. Pelayananya cepat, 2 x 24 jam saja,” ujar Harry.

    Selain mengupayakan penetrasi asuransi ke semua segmen masyarakat, Allianz melalui program “Tukar Sampahmu, Lindungi Dirimu” sekaligus mengedukasi permasalahan limbah yang terus mengotori bumi.

    Berdasarkan data riset Tempo, sekitar 65 juta ton sampah dihasilkan di Indonesia setiap hari. Hanya 7 persen dapat didaur ulang, sementara 69 persen berakhir di tempat pembuangan sampah akhir (TPA). Padahal, sampah yang dihasilkan tersebut bisa memberikan nilai ekonomis jika dipilah dan dikelola dengan benar.

    Edukasi pemanfaatan sampah digencarkan Allianz selama perhelatan Financial Expo. Botol-botol air mineral bekas disusun menjadi pilar pada Stan Allianz. Di bagian tengah, terdapat tabung besar yang menampung botol bekas dan kantong plastik.

    Pengunjung yang menyumbang dua botol bekas atau lima kantong plastik akan diminta data KTP serta alamat e-mail oleh staf Allianz, lalu didaftarkan sebagai nasabah produk “Tukar Sampahmu, Lindungi Dirimu”.

    Allianz Indonesia juga menggandeng sejumlah bank sampah Ibu Kota dan pegiat daur ulang, antara lain Topiku, Smell The Perfume, dan Bank Sampah Rosella. Produk seperti tas jaring, topi, kebaya, atau rok dari limbah menjadi berkelas ketika diperagakan sejumlah model di atas panggung. Gelaran fashion show ini berhasil mengundang perhatian pengunjung mal.

    Selain program “Tukar Sampah”, Allianz indonesia turut meluncurkan “Allianz Uang Duka”. Program ini merupakan produk Group Term Life, terlahir seturut kecenderungan masyarakat mengumpulkan dana santunan kematian di lingkungan Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW).

    Cara mendapatkan manfaat dari produk ini, pengurus RT/RW mendaftar ke Allianz berikut KTP dan KK warga. Setiap KK membayar premi per bulan Rp 1.500, dan mendapat manfaat pertanggungan sebanyak Rp 2 juta setiap kematian. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.