Bogor Pelototi Pintu-pintu Masuk Menjelang Pelantikan Presiden

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang bersiap naik dan turun dari KRL Commuter Line Bogor-Jakarta di Stasiun Besar Bogor, Ahad, 9 Juni 2019. Warga menggunakan moda transportasi kereta api untuk bepergian ke objek wisata di Bogor maupun di kawasan pusat Kota Jakarta. ANTARA/Arif Firmansyah

    Sejumlah penumpang bersiap naik dan turun dari KRL Commuter Line Bogor-Jakarta di Stasiun Besar Bogor, Ahad, 9 Juni 2019. Warga menggunakan moda transportasi kereta api untuk bepergian ke objek wisata di Bogor maupun di kawasan pusat Kota Jakarta. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Bogor - Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden besok, Kota Bogor memperketat keamanan terutama di titik-titik masuk Kota Bogor yaitu stasiun dan terminal.

    Kepala Kepolisian Resor Kota Bogor Komisaris Besar Hendri Fiuser mengarahkan jajarannya untuk siap siaga dan menambah kewaspadaan pada saat bertugas. "Kita berharap pelantikan Presiden berjalan lancar. Kota Bogor aman dan kondusif," kata Hendri di Mapolres Bogor, Sabtu 19 Oktober 2019.

    Bahkan untuk meningkatkan kewaspadaan anggotanya saat bertugas, Hendri menyebut menggelar apel khusus jelang kesiapan pengamanan pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Ma'ruf Amin. "Jajaran pejabat utama hingga Kapolsek semuanya hadir," ucap Hendri.

    Sebelumnya Wali Kota Bogor Bima Arya menghimbau dan mengajak masyarakat Kota Bogor untuk menolak segala tindakan radikalisme menjelang pelantikan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2019 esok hari.

    "Ancaman radikalisme itu nyata, kita tidak boleh main-main," ucap Bima Arya kepada Tempo di Bogor, Selasa 15 Oktober 2019.

    Bima mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri untuk berjaga dan siaga ditempat-tempat umum sebelum pelantikan Presiden. Terutama terminal dan stasiun KRL yang menjadi titik keberangkatan warga memakai kendaraan umum dan meningkatkan kewaspadaan serta keamanan agar tidak kecolongan seperti beberapa waktu lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.