Pelantikan Presiden, Polisi Tangkap 1 Orang di Bekasi Ahad Pagi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personil TNI melakukan penjagaan di beberapa ruas jalan sekitar Gedung DPR MPR RI, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019. Penjagaan ini dalam rangka menjaga keamanan dan kelancaran acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah personil TNI melakukan penjagaan di beberapa ruas jalan sekitar Gedung DPR MPR RI, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019. Penjagaan ini dalam rangka menjaga keamanan dan kelancaran acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Bekasi -Belasan polisi melakukan penangkapan seorang pria di sebuah rumah di Kavling Agraria, Jalan Melon Nomor 10, RT 03 RW 26, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Ahad, 20 Oktober 2019 pagi atau menjelang pelantikan presiden.

    Belum jelas kasus yang menjerat pria bernama Ahmad Birawan ketika ditangkap menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 hari ini.

    Agus, 26 tahun, menyaksikan penangkapan oleh polisi berjumlah sekitar 15 orang pada pukul 06.00 WIB. Sebagian polisi yang menangkap tampak menenteng senjata laras panjang.

    "Cuma RT saja yang disuruh ikut menyaksikan dan masuk ke dalam pas penangkapan," ujar Agus, Ahad, 20 Oktober 2019.

    Agus tinggal persis di depan rumah Ahmad Birawan. Tapi, tak mengenal secara identitas meski bertetanggaan lebih dari dua tahun. Ia hanya sering melihat Ahmad menerima kiriman paket setiap pagi, dan mengerjakan meubelair mulai siang sampai sore di teras rumahnya.

    "Setahu saya (pekerjaannya) cuma itu doang, orang di rumah terus," ujar Agus.

    Giri Ageng, 31 tahun, penghuni indekos milik Ahmad Birawan mengatakan, selama ini bapak kosnya tersebut tinggal sendiri, karena telah berpisah dengan istrinya. Ia menyebut, Ahmad lebih banyak beraktivitas di rumah.

    "Pernah cerita katanya punya yayasan rehabilitasi narkoba di Jakarta," katanya ketika dihubungi.

    Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Indarto mengaku belum memantau penangkapan di Kayuringin oleh belasan polisi pagi tadi.

    "Soal tadi saya belum monitor. Langsung ke Densus saja," ujarnya ketika dikonfirmasi apakah penangkapan dilakukan Densus 88 Antiteror Polri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.