Pilkades di Medsos: dari Calon Gugup sampai Komen Kampung Sebelah

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pilkades serentak. ANTARA

    Ilustrasi pilkades serentak. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor - Ketua Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bogor, Titin Prihartini, mengungkap kalau Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades juga diwarnai kampanye para calon melalui media sosial. Kampanye diakuinya semakin mudah dan murah lewat media sosial karena tak perlu tatap muka secara langsung. 

    "Mereka juga tidak harus gugup, toh cuma ketik dan share  gambar," katanya saat ditemui di Klapanunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jumat 18 Oktober 2019.

    Seperti yang terjadi saat Pilpres, media sosial juga bisa riuh oleh pilkades serentak Kabupaten Bogor yang akan dihelat 3 November 2019 tersebut. Seorang calon Kepala Desa di Kecamatan Caringin, Sudrajat (54), termasuk yang mengalaminya.

    Dia menggunakan akun Facebook untuk membagikan visi dan misinya. Termasuk janji-janji yang ditawarkannya. Namun tak semua komentar yang datang seperti yang diharapkan. 

    "Contoh ada saja kan komentar kritik dari bukan pendukung bahkan warga desa tetangga," katanya. "Tapi saya sih positif saja menerimanya karena sudah menyampaikan visi misi dan memanfaatkannya untuk mengukur tingkat penerimaan warga atas apa yang saya sampaikan."

    Di antara janji-janji yang gencar ditawarkan, Muhyidin Ketua Pemuda Kampung Pasir Gaok mencatat penyediaan sarana olahraga cukup dominan di antara para calon kepala desa. "Terutama lapangan bola, itu magnet untuk para pemuda memilih calon tersebut," katanya sambil menambahkan, "Meski biasanya mah udah jadi mah suka mendadak lupa mereka." 

    Riuhnya media sosial karena pilkades juga diamini Muhyidin. Seperti dituturkan Sudrajat, dia juga mengamati komentar yang bisa datang dari desa berbeda. Tak sedikit yang disertai caci maki. 

    "Di medsos kan orang bebas omong apa aja, kadang saya suka heran kok mereka omong kampung orang sedangkan kampungnya sendiri masih belum tertata," kata Muhyidin.

    Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan pemerintahannya akan menjaga pelaksanaan Pilkades. Di antaranya dia dijadwalkan mengundang semua calon kepala desa untuk deklarasi damai.

    "Deklarasi 1.064 calon kepala desa bersama Forkopimda akan deklarasi bersama," ucap Ade Yasin di pelataran stadion Pakansari, Cibinong, Jumat 18 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.