Begini Rekam Jejak Ajudan Ma'ruf Amin, Kombes M Sabilul Arif

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Sabilul Alif menyapa sambil memeriksa penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuter Line tujuan  Stasiun Tanah Abang, Rabu 22 Mei 2019. Polres Kota Tangerang merespons kericuhan yang terjadi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, buntut dari agenda demo 22 Mei menolak hasil Pemilu 2019. Dok Polresta Tangerang

    Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Sabilul Alif menyapa sambil memeriksa penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuter Line tujuan Stasiun Tanah Abang, Rabu 22 Mei 2019. Polres Kota Tangerang merespons kericuhan yang terjadi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, buntut dari agenda demo 22 Mei menolak hasil Pemilu 2019. Dok Polresta Tangerang

    TEMPO.CO.Tangerang - Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar M Sabilul Alif terpilih sebagai Ajudan Wakil Presiden Ma'ruf Amin melalui seleksi ketat. Pria kelahiran Gresik 27 Juni 1975 ini rupanya punya segudang rekor dan terobosan selama berkarir di kepolisian.

    Lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 1996, Sabilul tercatat pernah menduduki 22 jabatan berbagai tingkat mulai dari Pamapta Polres Karang Asem Polda Bali hingga diangkat menjadi Kapolres Kota Tangerang pada 2017 lalu.

    Sejumlah penghargaan pun pernah dia sabet ketika masih bertugas di wilayah Polda Jawa Timur. Dia pernah menjadi Kapolres Bondowoso, Kapolres Jember, Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Jawa Timur hingga menduduki jabatan Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jatim.

    Salah satu penghargaan yang diterima Sabilul adalah ketika dia menjabat sebagai Kapolres Jember. Saat itu dia menulis buku berjudul Jember Suwar Suwir (Jember Suasana Warga yang Aman, Religius, Bersahabat, Berwawasan Intelektual dan Kreatif) yang diterbitkan pada tahun 2015.

    Nama Jember Suwar Suwir merujuk pada makanan ringan yang berasal dari Kabupaten Jember. Suwar suwir sendiri terbuat dari tape yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi makanan ringan.

    "Inovasi Jember Suwar Suwir itu mendapatkan penghargaan Kompolnas Award 2015 sebagai Nominator Polisi Terbaik atas Program Inovasi Jember Suwar Suwir," Kepala bidang Humas Polda Banten Komisaris Besar Edy Sumardi melalui siaran pers yang diterima Tempo, Senin 21 Oktober 2019.

    Inovasi lain yang telah dilakukan Sabilul saat menjabat Kepala SPKT Polda Jatim adalah menggagas Aplikasi Jawa Timur dalam Genggaman Berbasis Satu Desa Satu Polisi. Aplikasi itu diresmikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo pada Juni 2012. Aplikasi itu juga tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan mendapat hak atas kekayaan intelektual (HAKI).

    Kemudian, saat menjabat Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, ia juga membuat terobosan dalam bidang lalu lintas. Terobosan itu ia desain sebagai langkah pendekatan kepada masyarakat.

    Sabilul pun membuat program inovasi Kanalisasi Lajur Kiri (Kalkir), Jangan Menerobos dan Menghambat Lampu Merah (Jembatan Merah), Surabaya Taat Marka Jalan (STMJ) Kendaraanku Sehat dan Lengkap (Slaman Slumun Slamet dan Ransel).

    Saat menduduki jabatan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya itulah Sabilul kembali mencatatkan rekor saat melakukan penindakan kendaraan roda dua yang tidak sesuai spesifikasi teknis pada malam Tahun Baru 2013. Saat itu ia menindak 1131 kendaraan dalam waktu 4 jam yang masuk rekor MURI.

    Perjalanan karier membawa Sabilul untuk menahkodai Polres Bondowoso. Ia kembali melakukan gebrakan inovasi dengan tagline "Bondowoso Kota Tape". Kata "Tape" adalah akronim dari tertib, aman, proaktif, dan peduli, serta religius.

    Seperti halnya Tangerang Jawara, program Bondowoso Kota Tape pun memiliki turunan program yaitu Polisi Siaga Setiap Pagi (Pos Tape), Polisi Sabtu Sinergi Kemitraan dengan Masyarakat (Pos Sagita), Bersama Polisi Ciptakan Keamanan Tanpa Anarki dan Pelanggaran (Besek Tape), dan Pos Khidmat.

    Setelah dari Bondowoso, Sabilul dialihtugaskan ke Polres Jember. Seperti pada penugasan sebelumnya, di Jember ia pun merumuskan program inovasi. Di Polres Jember, ia namakan program inovasi dengan nama Nawa Karya Tama atau 9 karya utama.

    Kesembilan karya utama itu eliputi Polisi Patroli Tiap Pagi dan Sore (Pos Proltape), Polisi Warga Cangkrukan dan Koordinasi (Pos Wedang Cor), Polisi Peduli Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa (Pos Papuma), Pos Jagur, dan Pos Khidmat.

    Selain itu, ada Polisi Peduli Pariwisata dan Dunia Kreatif (Pos Perwira), Pos Sagita, Jember Police Online (Jempol), We are Ready (WAR), dan E-CJS. Tiga inovasi terakhir adalah inovasi berbasis teknologi informasi.

    Ayah dua anak ini juga meraih sejumlah penghargaan atas inovasi program yang digagasnya.

    Diantaranya Penghargan Pelayanan Prima Berbasis IT Melalui Aplikasi “War” (We Are Ready) dari Kementrian PAN RB tahun 2016.

    Lalu Penghargaan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Dari Kementrian PAN RB tahun 2016. Disusul Penghargaan Bersama Kementerian PAN RB Mewakili Indonesia dalam Forum Inovasi Pelayanan Publik Pada Gov 3.0 Global Forum di Busan Korea Selatan, tahun 2016.

    Tidak hanya itu, Penghargan atas Kepedulian terhadap Pemuda dan Pendidikan dalam Lomba Robotik di Jember dari Kementrian PAN RB tahun 2016. Serta Penghargaan atas Prestasi Ungkap Kasus Uang Palsu Terbesar dalam Satu Kejadian Sebesar Rp. 12 Milyar dari Gubernur Bank Indonesia tahun 2016.

    "Yang prestisius adalah penghargaan atas gagasannya sehingga seluruh Anggota Polres Jember Mendapat Kenaikan Tunjangan Kinerja Sebesar 80 persen atas predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) tahun 2017,"kata Edy.

    Terpilihnya Sabilul sebagai Ajudan Wapres Ma'ruf Amin tertuang dalam Keputusan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Nomor 286 Tahun 2019 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan Ajudan Wakil Presiden Republik Indonesia, Ajudan Istri Presiden Republik Indonesia, dan Ajudan Istri Wakil Presiden Republik Indonesia. Surat keputusan itu ditandatangani dan dikeluarkan pada 18 Oktober 2019.

    Sabilul mengatakan perjalanan kariernya itu tidak lepas dari doa dan dukungan dari keluarga yakni orang tua, istri, anak dan sahabat. Dalam pesan WhatsApp kepada Tempo pada Ahad pagi menjelang pelantikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Sabilul menulis ucapan syukur.

    "Alhamdulillah. Mohon doanya agar semoga selalu diberikan yang terbaik dan diberi kesempatan untuk meniti karier," kata Sabilul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.