Warga Gang Lorong Berharap Tak Dilupakan Ma'ruf Amin

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karangan bunga ucapan selamat atas dilantiknya Ma'ruf Amin menjadi Wakil Presiden RI berdiri di depan rumah tinggal Ketua Majelis Ulama Indonesia non aktif itu di RT7 RW8 Jalan Lorong 27 Kelurahan/Kecamtan Koja, Jakarta Utara, Senin 21 Oktober 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Karangan bunga ucapan selamat atas dilantiknya Ma'ruf Amin menjadi Wakil Presiden RI berdiri di depan rumah tinggal Ketua Majelis Ulama Indonesia non aktif itu di RT7 RW8 Jalan Lorong 27 Kelurahan/Kecamtan Koja, Jakarta Utara, Senin 21 Oktober 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Para tetangga di Koja, Jakarta Utara, berharap Ma'ruf Amin tetap bersedia menjalin silaturahmi meski telah dilantik menjadi Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Ma'ruf tercatat baru sekali kembali ke rumahnya di Gang Lorong 27, RT 7 RW 8, itu sejak coblosan Pilpres, April lalu.

    "Harapan saya tidak lupa. Istilahnya jangan ditinggalkan (rumahnya)," kata Malawi Makhraj, ketua RT setempat saat di temui di rumahnya, Senin 21 Oktober 2019.

    Menurut Malawi, sejak masa kampanye hingga hari ini Ma'ruf Amin lebih sering tinggal di rumah di Jalan Situbondo, Jakarta Pusat. Padahal, selama puluhan tahun sebelumnya Ma'ruf tinggal dan berbaur di Gang Lorong, Koja. "Jangan dilupakan warga Gang Lorong. Silaturahmi saya harap tetap terjaga."

    Warga setempat, kata Malawi, banyak yang ingin bersilaturahmi dan mendoakan Ketua MUI nonaktif itu. Tentu saja juga menitip aspirasi. "Abah jangan lupa ya. Jangan nanti tidak ke sini lagi," ujarnya. 

    Masyarakat sekitar mengenal sosok Ma'ruf sebagai ulama yang ramah, sederhana, dan dekat dengan masyarakat. Kebiasaannya berolahraga pagi dengan berjalan kaki telah dikenal dari lingkungan di sini. 

    Tempo melihat kediaman Ma'ruf di Koja di kawasan perkampungan. Rumah seluas 240 meter itu juga berdekatan dengan pasar tumpah. Jarak pasar tumpah dengan kediaman Ma'ruf Amin hanya sekitar 15 meter. Pasar tumpah tersebut buka setiap hari mulai 05.00-12.00.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.