Jalur Pantura Macet, Warga Berharap Jalan Kalimalang Cepat Beres

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik arah Jakarta melintas di jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, Senin, 10 Juni 2019. Pada H+5 Lebaran 2019, arus balik yang didominasi sepeda motor dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta di jalur Pantura masih terpantau ramai lancar. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Kendaraan pemudik arah Jakarta melintas di jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, Senin, 10 Juni 2019. Pada H+5 Lebaran 2019, arus balik yang didominasi sepeda motor dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta di jalur Pantura masih terpantau ramai lancar. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat 23 titik kemacetan di wilayahnya, terutama di jalan nasional atau jalur pantai utara jawa atau Jalur Pantura.

    "Jalur ini masih menjadi akses utama warga untuk bepergian," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna, Senin, 21 Oktober 2019.

    Beberapa titik kemacetan yang kerap terjadi pada jam sibuk orang berangkat dan pulang kerja antara lain, simpang Indoporlen, Pasar Tambun, SKU, Pasar Induk Cibitung, simpang perdana Cibitung, simpang Warung Bongkok, Terminal Cikarang, SGC dan beberapa simpang lainnya di sepanjang jalur pantura tersebut.

    Menurut Yana, kemacetan di sepanjang jalan nasional tersebut karena pengguna kendaraan pribadi maupun industri. Adapun jalur alternatif yaitu Jalan Kalimalang masih dalam proses pelebaran dari satu jalur menjadi dua jalur.

    "Kami berharap pembangunannya bisa diselesaikan secepatnya agar kemacetan di jalan nasional bisa terurai," ujar Yana.

    Seorang pengguna jalan, Yada Airlangga menyebut kepadatan kendaraan nyaris tak terhindarkan di jalan nasional di Kabupaten Bekasi, terutama pagi dan sore hari. Warga Tambun ini menyebut, jalan tersebut menjadi akses utama pekerja di kawasan industri berangkat maupun pulang kerja, termasuk truk-truk besar.

    "Jalur Kalimalang semestinya cepat-cepat dibereskan, karena bisa memindahkan kendaraan di jalur pantura," ujar pria 31 tahun ini.

    Hingga saat ini beberapa spot Jalan Kalimalang telah dilebarkan dan dibeton. Namun jalan itu belum bisa digunakan untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jalur Pantura.  Justru titik-titik yang telah selesai dilebarkan itu sekarang dipenuhi pedagang kaki lima, bahkan untuk parkir kendaraan.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.