DKI Anggarkan Rp 110 Miliar Bangun 11 JPO di 2020, Fasilitasnya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon pengguna transportasi umum melintasi jembatan penyeberangan orang (JPO) menuju Halte Transjakarta di kawasan Sudirman Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Peningkatan penumpang transportasi umum ini pasca-perluasan ganjil genap di Ibu Kota. ANTARA/Wahyu Putro A

    Calon pengguna transportasi umum melintasi jembatan penyeberangan orang (JPO) menuju Halte Transjakarta di kawasan Sudirman Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Peningkatan penumpang transportasi umum ini pasca-perluasan ganjil genap di Ibu Kota. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah DKI Jakarta mengajukan anggaran Rp 110 miliar untuk pembangunan 11 jembatan penyeberangan orang atau JPO di tahun 2020.

    "Sudah kami usulkan ada perencanaannya. Klir dengan pembebasan (lahannya)," kata Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho saat diskusi pembangunan trotoar di Balai Kota DKI, Senin, 21 Oktober 2019.

    Ia menuturkan pemerintah DKI menargetkan membangun 25 JPO dalam kurun waktu lima tahun sejak 2018 lalu. Pada tahun lalu, kata dia, telah terbangun lima JPO dan tahun ini ada dua yang ditargetkan selesai pembangunannya.

    "Dua yang masih dalam tahap pembangunan tahun ini ada di Daan Mogot dan Pasar Minggu. Progresnya sudah 70 persen."

    Hari menuturkan jembatan yang dibangun dilengkapi dengan lift dan futuristik. Jadi, jembatan tidak hanya untuk menyeberang tetapi bisa memberikan pengalaman yang melewatinya. "Bisa selfie karena dirancang instahramable," ucapnya.

    Selain itu, jembatan juga diberikan sistem pencahayaan lampu yang bisa berubah-ubah dengan kombinasi tiga warna, yakni merah, biru dan hijau. Pembangunan JPO, kata dia, berdasarkan kajian dari Dinas Perhubungan di tempat yang memang dibutuhkan.

    Setiap JPO yang dibangun, kata dia, bakal berbeda di setiap tempat karena menyerap kebudayaan setempat. "Jembatan yang dibangun bukan yang seperti dulu, cuma kotak-kotak biasa," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.